Cegah Gangguan Kamtibmas, Polisi Kedepankan Pendekatan Humanis
SoE, PodiumOne.net — Suasana malam di salah satu ruas jalan umum di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Kamis, (1/10/2026) mendadak berubah ketika sejumlah personel kepolisian mendatangi sekelompok pemuda yang tengah berkumpul dan diduga mengonsumsi minuman keras.
Kehadiran aparat bukan untuk menciptakan ketegangan. Sebaliknya, polisi mengambil langkah persuasif melalui patroli dialogis, memberikan imbauan serta meminta para pemuda membubarkan diri demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Patroli tersebut dipimpin Kasat Lantas Polres TTS IPTU I Gusti Komang Astina bersama sejumlah personel. Anggota kepolisian membangun komunikasi dan edukasi kepada warga dan para pemuda yang berada di sekitar lokasi termasuk di kawasan pertokoan dan pinggir jalan negara.
Langkah tersebut menjadi penting karena aktivitas berkumpul sambil mengonsumsi minuman keras di ruang publik berpotensi berkembang menjadi persoalan kamtibmas apabila tidak segera dicegah. Kondisi mabuk dapat memicu perselisihan, keributan, kecelakaan lalu lintas maupun gangguan terhadap masyarakat yang sedang beraktivitas.
Kapolres TTS AKBP Kristiyan B. Martino, S.H., S.I.K., M.M., CELM melalui Kasat Lantas IPTU I Gusti Komang Astina menjelaskan bahwa patroli dialogis merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di tengah masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, jelas Komang Astina, personel tidak hanya melakukan pemantauan lalu lintas, tetapi juga menyambangi titik-titik yang dinilai berpotensi menjadi tempat berkumpulnya masyarakat pada malam hari.
Didatangi Polisi, Pemuda Diminta Membubarkan Diri
Saat menemukan sekelompok pemuda yang berkumpul di pinggir jalan, petugas kemudian melakukan pendekatan secara langsung. Para pemuda diberikan pemahaman mengenai dampak mengonsumsi minuman keras di tempat umum serta pentingnya menjaga ketertiban lingkungan.
Polisi kemudian meminta mereka untuk tidak melanjutkan aktivitas tersebut dan membubarkan diri dari lokasi.
“Kami berdialog dengan para pemuda. ini pendekatan yang dilakukan untuk mencegah gangguan kamtibmas. Tidak semua harus dilakukan melalui tindakan penegakan hukum, tetapi juga dapat dilakukan melalui komunikasi, edukasi dan pembinaan secara langsung,”jelas Komang Astina.
Bagi kepolisian, keberadaan masyarakat yang merasa aman di ruang publik merupakan salah satu tujuan utama patroli.
Bukan Sekadar Membubarkan, Tetapi Mencegah Persoalan Lebih Besar
Menurut Komang, Patroli dialogis memiliki fungsi preventif. Artinya, polisi berupaya mengambil tindakan sebelum sebuah aktivitas berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih serius.
Kerumunan yang disertai konsumsi minuman keras, khususnya di ruang publik dan dekat jalan raya, dapat menimbulkan sejumlah risiko. Mulai dari pertengkaran antarindividu, mengganggu pengguna jalan, hingga kemungkinan seseorang berkendara dalam kondisi tidak sadar atau dipengaruhi alkohol.
Karena itu, imbauan yang disampaikan petugas menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat agar aktivitas pribadi tidak berubah menjadi gangguan bagi orang lain.
Dalam kegiatan tersebut, personel juga melakukan pemantauan di sekitar lokasi dan berkomunikasi dengan warga. Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus membangun kesadaran bahwa menjaga kamtibmas merupakan tanggung jawab bersama.
Polisi: Keamanan Dimulai dari Kesadaran Bersama
Patroli malam seperti ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan lingkungan bukan hanya tugas kepolisian. Masyarakat memiliki peran penting dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Para pemuda juga diharapkan dapat memilih lingkungan pergaulan yang sehat, menghindari konsumsi minuman keras secara berlebihan, serta tidak menjadikan jalan umum sebagai tempat berkumpul yang dapat mengganggu pengguna jalan maupun warga sekitar.
Melalui patroli dialogis, Polres TTS berupaya mengedepankan pencegahan, pendekatan humanis dan komunikasi langsung dengan masyarakat, sehingga potensi gangguan kamtibmas dapat ditekan sejak awal.
Malam itu, kehadiran personel kepolisian menjadi pesan sederhana namun penting: jalan umum adalah ruang bersama yang harus dijaga, bukan tempat untuk melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
Dengan patroli yang dilakukan secara rutin dan komunikasi yang terus dibangun, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres TTS tetap aman, tertib dan kondusif.
Penulis : Polce Lerek