SoE, Podium One.net – Ketika jarak menjadi penghalang, kehadiran tenaga kesehatan menjadi jembatan. Bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota dan fasilitas kesehatan, keberadaan seorang dokter, dokter gigi, tenaga farmasi, tenaga gizi hingga tenaga laboratorium bukan sekadar tambahan sumber daya manusia, tetapi menjadi bagian penting dari harapan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.

Kondisi inilah yang menjadi perhatian melalui Program Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan, sebuah program strategis pemerintah dalam memperkuat pemerataan tenaga medis dan tenaga kesehatan, terutama di wilayah Daerah Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK).

Melalui program tersebut, tenaga medis dan tenaga kesehatan ditempatkan langsung pada fasilitas pelayanan kesehatan yang masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia.

Dengan demikian, pelayanan kesehatan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi dapat menjangkau masyarakat hingga pelosok daerah.

TTS Mendapat 51 Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan

Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menjadi salah satu daerah yang mendapat dukungan melalui Program Penugasan Khusus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, Dr. Ria Carolina Tahun, melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Nahad Baunsele, menjelaskan bahwa persoalan pemerataan tenaga kesehatan masih menjadi tantangan penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan di wilayah Kabupaten TTS 

“Penyediaan layanan kesehatan di wilayah TTS masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan jumlah tenaga kesehatan, distribusi tenaga kesehatan serta tingginya beban kerja tenaga medis di daerah tertentu,” jelas Nahad kepada media ini di ruang kerjanya belum lama ini.

Menurutnya, kondisi tersebut secara langsung dapat memengaruhi jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat.

Karena itu, dibutuhkan intervensi yang cepat, terarah dan berkelanjutan, salah satunya melalui penempatan tenaga kesehatan secara langsung di fasilitas pelayanan kesehatan yang membutuhkan.

Nahad menjelaskan, pada Periode II Tahun 2026, Kementerian Kesehatan mendistribusikan 982 tenaga medis dan tenaga kesehatan melalui program Penugasan Khusus ke berbagai wilayah di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, Kabupaten TTS mendapat 51 tenaga medis dan tenaga kesehatan.

Mereka menjalankan masa penugasan selama dua tahun, terhitung sejak 1 September 2026 hingga 31 Agustus 2028.

“Tenaga medis dan tenaga kesehatan ini ditempatkan di berbagai fasilitas kesehatan yang tersebar di wilayah Kabupaten TTS,” jelas Nahad.

Bukan Sekadar Menambah Tenaga, Tetapi Memperkuat Pelayanan

Program Penugasan Khusus kata Nahad tidak hanya dimaksudkan untuk mengisi kekurangan tenaga kesehatan.

Lebih jauh, program ini menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam memperkuat sistem kesehatan melalui pemerataan sumber daya manusia.

Nahad mengatakan, pelaksanaan program tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional penguatan sistem kesehatan yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, khususnya dalam kerangka transformasi sistem kesehatan dan penguatan sumber daya manusia kesehatan.

Ada beberapa sasaran penting yang hendak dicapai.

Pertama, pemerataan distribusi tenaga kesehatan, sehingga daerah dengan keterbatasan SDM mendapat dukungan sesuai kebutuhannya.

Kedua, penguatan layanan kesehatan primer dan rujukan dasar, agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan sedini mungkin tanpa selalu harus menempuh perjalanan jauh.

Ketiga, memprioritaskan wilayah DTPK dan daerah yang mengalami keterbatasan tenaga kesehatan.

Keempat, penempatan dilakukan dengan pendekatan berbasis kebutuhan nyata fasilitas pelayanan kesehatan.

Dengan pendekatan tersebut, program diharapkan mampu memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di wilayah DTPK, meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar, mengurangi kesenjangan pelayanan antarwilayah, sekaligus memperkuat sistem kesehatan daerah.

51 Tenaga Disebar ke Berbagai Wilayah TTS

Kehadiran 51 tenaga medis dan tenaga kesehatan tersebut tersebar pada sejumlah fasilitas  kesehatan masyarakat di Kabupaten TTS.

Penempatan itu antara lain mencakup:

Puskesmas Taneotob: Julianus Bramega Yuwono (Dokter Umum), Sega Ramayani (Dokter Gigi), Petrus Ronaldo Oetasi (Tenaga Gizi), serta Brusianto Yoram Anin (Teknologi Laboratorium Medik).

Puskesmas Kapan: Saraswati Retno Gumilang (Dokter Umum) dan Elza Miranti Marsenda (Teknologi Laboratorium Medik).

Puskesmas Fatumnasi: Roy Nimrod Ludji Tuka (Dokter Umum) dan Printy Angelina Ndapa Tondo (Tenaga Farmasi).

Puskesmas Salbait: Jesika Dewinta Sun (Tenaga Gizi).

Puskesmas Batu Putih: Inne Eunike Benu (Dokter Umum).

Puskesmas Panite: Maria Angelia Mena (Dokter Umum).

Puskesmas Kuanfatu: Yoan Titha Naturani Permatasari Liunokas (Tenaga Farmasi) dan Ela Esterina Atonis (Tenaga Kesehatan Lingkungan).

Puskesmas Niki-Niki: Deivh Naufal Zharfan Rahadian (Dokter Gigi) dan Syafa Rizqa Ramadhianti (Tenaga Gizi).

Puskesmas Kolbano: Maria Rosario Cintia Mella (Dokter Gigi), Retno Dwi Hartanti (Tenaga Farmasi), dan Nathalia Yemima Dollu (Teknologi Laboratorium Medik).

Puskesmas Sei: Febrilya Regina Tarukbua (Dokter Umum).

Puskesmas Oekam: Mouren Elisabeth Lalonsang (Teknologi Laboratorium Medik).

Puskesmas Nunukniti: Nanda Syauqiwijaya (Dokter Umum), Marini Minati Lailena (Tenaga Farmasi), dan Desyanti Regina Tauho (Teknologi Laboratorium Medik).

Puskesmas Hoibeti: Imelda Maria Mauti (Dokter Umum).

Puskesmas Boking: Otorius Epifanius Ndruru (Dokter Umum).

Puskesmas Manufui: Selly Alvionita (Dokter Umum) dan Nini Marwigia Gegi (Teknologi Laboratorium Medik).

Puskesmas Ayotupas: Dessy Candra Marhesty Alle (Dokter Gigi) dan Riskhy Lorensius Sanam (Teknologi Laboratorium Medik).

Puskesmas Lotas: Tenny Sitanggang (Dokter Umum), Skolastika Arwan (Tenaga Farmasi), dan Benhard Christofel Niron (Teknologi Laboratorium Medik).

Sebaran tersebut memperlihatkan bahwa penugasan tidak hanya diarahkan ke kawasan yang relatif mudah dijangkau, tetapi juga menyentuh berbagai wilayah pelayanan kesehatan yang berada di pelosok Kabupaten TTS.

Bupati TTS: Kehadiran Mereka Harus Memperkuat Layanan di Pelosok

Pekan lalu, para tenaga medis dan tenaga kesehatan tersebut diterima langsung Bupati TTS Eduard Markus Lioe di ruang kerja Bupati.

Dalam arahannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus selamat bertugas kepada para tenaga medis dan tenaga kesehatan yang akan mengabdikan diri di berbagai fasilitas kesehatan di Kabupaten TTS.

Bupati berharap kehadiran mereka mampu memberikan energi baru bagi pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang berada jauh dari pusat pemerintahan dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Pesan tersebut menjadi penting karena tantangan pelayanan kesehatan di wilayah seperti TTS tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas, tetapi juga bagaimana tenaga kesehatan dapat hadir secara nyata di tengah masyarakat.

Kehadiran tenaga medis dan tenaga kesehatan di pelosok diharapkan membuat masyarakat tidak harus selalu menempuh perjalanan panjang untuk mendapatkan pelayanan dasar.

Dua Tahun Pengabdian, Dua Tahun Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Penugasan selama dua tahun bukan sekadar angka dalam surat keputusan.

Di balik masa penugasan tersebut terdapat harapan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, keluarga yang membutuhkan kepastian pengobatan, ibu dan anak yang membutuhkan perhatian, serta masyarakat di wilayah terpencil yang memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan.

Karena itu, keberhasilan program tidak hanya diukur dari berapa banyak tenaga yang ditempatkan.

Lebih penting lagi adalah sejauh mana kehadiran mereka mampu memperluas akses, meningkatkan kualitas pelayanan dan menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat di wilayah tempat mereka bertugas.

Bagi Kabupaten TTS, hadirnya 51 tenaga medis dan tenaga kesehatan melalui Program Penugasan Khusus Periode II Tahun 2026 menjadi tambahan kekuatan untuk terus mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Sebab, pelayanan kesehatan yang berkualitas bukan hanya tentang membangun fasilitas.

Pelayanan kesehatan juga tentang memastikan ada tenaga yang hadir, bekerja dan mengabdi ketika masyarakat membutuhkannya—bahkan di pelosok negeri.

Polce Lerek