Jakarta, Podium One.net – Nama Nusa Tenggara Timur kembali bergema di tingkat nasional. Bukan karena kekayaan alamnya, bukan pula semata karena keindahan pariwisatanya, tetapi kali ini karena kinerja pelayanan publik dan kepedulian terhadap lingkungan.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil meraih dua penghargaan Terbaik I tingkat provinsi dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Maluku dan Nusa Tenggara yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Dua penghargaan tersebut masing-masing diraih pada kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan serta Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri.

Penghargaan tersebut diterima langsung Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam malam apresiasi pemerintah daerah berprestasi tersebut.

Capaian ini menjadi catatan penting bagi NTT. Sebab, di tengah tantangan geografis dan luasnya wilayah kepulauan, pelayanan dasar seperti kesehatan dan pengelolaan lingkungan justru menjadi dua bidang yang membawa nama NTT ke panggung nasional.

Untuk kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, penghargaan diserahkan oleh Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda, sekaligus disertai dukungan sebesar Rp2 miliar.

Sementara penghargaan kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, dengan dukungan sebesar Rp2 miliar.

Dengan demikian, dua penghargaan Terbaik I tersebut sekaligus membawa dukungan senilai Rp4 miliar bagi NTT.

Secara nasional, Kemendagri mencatat NTT sebagai Terbaik I tingkat provinsi pada dua kategori tersebut. Dalam kategori kesehatan, NTT berada di atas Maluku Utara, sedangkan pada kategori pengelolaan sampah dan lingkungan asri, NTT juga menempati posisi pertama tingkat provinsi.

Bukan Sekadar Piala, Tetapi Cermin Kerja Bersama

Gubernur Melkiades Laka Lena menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima NTT.

Menurutnya, capaian tersebut tidak boleh dipandang sebagai keberhasilan pemerintah provinsi semata. Penghargaan itu merupakan buah dari kerja bersama seluruh pemerintah kabupaten/kota, tenaga kesehatan, petugas kebersihan, dunia usaha, aktivis lingkungan hingga masyarakat.

“Terima kasih untuk kerja keras semua pihak yang telah bekerja dengan sangat luar biasa di sektor kesehatan, memastikan pelayanan dan akses layanan kesehatan di NTT terus berjalan dengan baik. ( Gubernur NTT Melki Laka Lena )”

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini ikut menjaga lingkungan NTT agar tetap hijau, bersih, asri dan lestari.

Bagi Gubernur Melki, penghargaan tersebut tidak lahir dari kerja satu institusi.

Ada kerja pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, tenaga kesehatan yang berada di garis depan pelayanan masyarakat, pengelola lingkungan, pelaku usaha, aktivis, komunitas hingga masyarakat yang setiap hari berhadapan langsung dengan persoalan kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Mengangkat Peran Petugas Kebersihan

Ada satu kelompok yang secara khusus mendapat perhatian Gubernur Melki, yakni para pengelola sampah dan petugas kebersihan.

Mereka bekerja ketika sebagian besar masyarakat belum memulai aktivitas. Mereka pula yang berada di lapangan untuk memastikan lingkungan tetap bersih dan sampah tidak menjadi persoalan yang semakin besar.

Penghargaan kategori lingkungan dengan demikian bukan hanya tentang pemerintah, tetapi juga tentang mereka yang setiap hari bekerja di balik layar menjaga kebersihan kota, desa dan lingkungan permukiman.

Prestasi NTT Tidak Berhenti di Tingkat Provinsi

Yang membuat capaian NTT semakin menarik, penghargaan tersebut tidak hanya datang dari tingkat provinsi.

Sejumlah kabupaten dan kota di NTT juga mencatat prestasi dalam kategori berbeda.

Kabupaten Ende meraih Terbaik I kategori akses pendidikan dan pelayanan pendidikan. Kabupaten Ngada menjadi Terbaik I kategori pengelolaan sampah dan lingkungan asri.

Sementara Kabupaten Nagekeo meraih Terbaik II kategori pendidikan. Kota Kupang juga mencatat prestasi dengan Terbaik II kategori implementasi Program Pembangunan 3 Juta Rumah dan Terbaik III kategori kesehatan. Data pemenang Kemendagri juga mengonfirmasi capaian Ende, Ngada, Nagekeo dan Kota Kupang tersebut.

Rangkaian prestasi itu menunjukkan bahwa capaian pembangunan NTT mulai terlihat bukan hanya pada satu wilayah, tetapi juga dari berbagai kabupaten dan kota.

NTT sedang bergerak bersama.

Pesan tersebut menjadi semakin penting karena penghargaan pemerintah daerah pada dasarnya tidak hanya dimaksudkan sebagai seremoni. Kemendagri menjadikan apresiasi tersebut sebagai instrumen untuk melihat dan mendorong kinerja nyata pemerintah daerah, termasuk dalam pelayanan dasar dan pengelolaan lingkungan.

Tantangan Setelah Penghargaan

Dua penghargaan Terbaik I dan dukungan Rp4 miliar tentu menjadi kabar baik bagi NTT.

Namun, penghargaan bukanlah garis akhir.

Justru setelah penghargaan diterima, tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas pelayanan kesehatan terus dirasakan masyarakat hingga wilayah terpencil, sementara pengelolaan sampah tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi sistem yang berkelanjutan dari tingkat provinsi hingga desa.

Bagi NTT, penghargaan tersebut dapat menjadi modal moral sekaligus momentum untuk memperkuat pelayanan publik dan pengelolaan lingkungan.

Dari Jakarta, nama NTT kembali mendapat tempat di panggung nasional.

Dua Terbaik I telah diraih. Pekerjaan berikutnya adalah memastikan prestasi tersebut benar-benar bermuara pada manfaat yang dirasakan masyarakat Nusa Tenggara Timur.

(Polce Lerek/Tim Redaksi Podium One.net)