KUPANG, PodiumOne.net – Pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur mencapai 5,01 persen. Angka tersebut menjadi sinyal positif bagi perekonomian daerah, tetapi bagi Pemerintah Provinsi NTT, capaian tersebut tidak boleh berhenti sebagai angka statistik.
Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: sejauh mana pertumbuhan ekonomi tersebut telah dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari?
Pesan tersebut disampaikan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat menanggapi apresiasi Wakil Menteri Dalam Negeri RI Ribka Haluk terhadap pertumbuhan ekonomi NTT. Hal itu disampaikan dalam Apel Kesadaran ASN di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Senin (21/9/2026).
Melki menyambut positif apresiasi yang diberikan pemerintah pusat terhadap kinerja perekonomian NTT.
“Saya menyambut baik apresiasi beliau terhadap pertumbuhan ekonomi NTT yang mencapai 5,01 persen. Di tengah kondisi geografis dan topografi kita yang tidak mudah, angka ini tentu patut kita syukuri,” ujar Melki.
Namun, bagi Melki, capaian tersebut harus menjadi titik awal untuk pekerjaan yang lebih besar.
Pertumbuhan Harus Terasa di Rumah Tangga
Menurut Melki, pertumbuhan ekonomi memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar peningkatan angka dalam laporan statistik.
Pertumbuhan ekonomi harus mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, menggerakkan aktivitas pasar, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Tetapi kita tidak boleh berhenti pada angka. Pertumbuhan harus berubah menjadi pekerjaan.”
Pesan tersebut menjadi penting karena keberhasilan pembangunan ekonomi pada akhirnya diukur dari perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.
Pertumbuhan harus terasa di pasar-pasar.
Pertumbuhan harus meningkatkan pendapatan keluarga.
Dan yang paling penting, pertumbuhan harus berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem.
Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi harus menghasilkan manfaat yang semakin luas dan dirasakan masyarakat, bukan hanya tercermin dalam indikator makroekonomi.
Pemerintah dan Dunia Usaha Harus Bergerak Bersama
Melki menyadari pemerintah tidak dapat bekerja sendirian untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Karena itu, pemerintah dan dunia usaha didorong menjadi dua kekuatan yang bergerak bersama untuk membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, ruang investasi harus terus dibuka dengan tetap memperhatikan kepentingan daerah dan masyarakat. Di saat yang sama, pelayanan publik serta proses perizinan perlu terus diperbaiki agar kegiatan ekonomi dapat berkembang secara lebih cepat dan produktif.
NTT, kata Melki, memiliki banyak kekuatan ekonomi yang dapat terus dikembangkan.
Mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, kelautan, pariwisata hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Potensi tersebut membutuhkan kebijakan yang tepat, investasi, inovasi, serta keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi.
Dari Pertumbuhan Ekonomi ke Pembangunan Berkelanjutan
Pesan pembangunan Melki tidak berhenti pada persoalan ekonomi.
Usai Apel Kesadaran ASN, Gubernur bersama Wakil Mendagri Ribka Haluk melanjutkan kegiatan penanaman pohon.
Kegiatan sederhana tersebut membawa pesan yang lebih panjang tentang masa depan NTT.
“Pohon yang kita tanam hari ini mungkin belum memberi teduh bagi kita. Tapi kelak, anak-anak kita yang akan merasakannya,” ujar Melki.
Penanaman pohon menjadi simbol bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang kebutuhan masyarakat hari ini, tetapi juga tentang bagaimana generasi sekarang mempersiapkan kehidupan generasi yang akan datang.
Pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan, karena itu, harus berjalan beriringan.
NTT membutuhkan pembangunan yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan, namun pada saat yang sama tetap menjaga sumber daya alam sebagai warisan bagi generasi berikutnya.
Membangun NTT, Menjaga Masa Depan
Melki mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mengambil bagian dalam pembangunan NTT.
Pemerintah memiliki peran dalam menciptakan kebijakan dan pelayanan yang mendukung pertumbuhan. Dunia usaha berperan membuka investasi dan lapangan pekerjaan. Sementara masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menggerakkan berbagai potensi ekonomi daerah.
Di atas semua itu, pembangunan harus meninggalkan sesuatu yang bernilai bagi generasi mendatang: ekonomi yang lebih kuat, masyarakat yang lebih sejahtera, dan lingkungan yang tetap terjaga.
“Terima kasih Ibu Wamendagri Ribka Haluk atas arahan dan motivasinya untuk ASN NTT,” pungkas Melki Laka Lena.
(PodiumOne.net/Tim)