Seluruh Biaya di tanggung polisi 

SoE, PodiumOne.net — Polri bersama masyarakat. Semangat tersebut kembali diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat. Bukan hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga turun langsung membantu warga yang membutuhkan perlindungan, pelayanan dan sentuhan kemanusiaan.

Semangat Polri yang Humanis dan Presisi itu ditunjukkan Kapolres Timor Tengah Selatan (TTS) AKBP Kristiyan B. Martino, S.H., S.I.K., M.M., CELM. Ia memimpin langsung tim menyusuri wilayah pedesaan untuk menjemput seorang warga dengan gangguan jiwa yang selama ini dipasung keluarganya.

Warga tersebut berinisial Sefnat Asbanu, warga RT 04/RW 02, Desa Oelet, Kecamatan Amanuban Timur. Pada Selasa (29/9/2026), Sefnat dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Naimata, Kupang.

Langkah tersebut menjadi gambaran bahwa kehadiran Polri tidak berhenti pada penegakan hukum. Di tengah masyarakat, polisi juga dituntut mampu melihat persoalan kemanusiaan dan menghadirkan solusi melalui pendekatan yang persuasif, kolaboratif dan penuh kepedulian.

Turun Langsung ke Pedalaman

Kapolres TTS bersama jajarannya mendatangi kediaman Sefnat setelah menerima informasi mengenai kondisi warga tersebut.

Sefnat sebelumnya dipasung oleh keluarganya karena kondisi kesehatan yang semakin memburuk dan perilakunya dinilai sulit dikendalikan.

Di lokasi, Kapolres tidak datang sendiri. Ia didampingi unsur pemerintah kecamatan, perangkat desa, tenaga kesehatan Puskesmas Amanuban Timur, serta Bhabinkamtibmas.

Tim kemudian membangun komunikasi dengan keluarga secara santun dan persuasif.

Keluarga diberikan pemahaman bahwa warga dengan gangguan jiwa membutuhkan penanganan kesehatan yang tepat dan pendampingan, bukan sekadar dikurung atau dipasung.

Setelah dilakukan komunikasi dan disepakati bersama keluarga, Sefnat kemudian dipersiapkan untuk mendapatkan perawatan medis.

Sebelum proses evakuasi dilakukan, Kapolres TTS memimpin doa bersama untuk memohon keselamatan serta kesembuhan bagi Sefnat.

Momen tersebut menjadi bagian sederhana namun bermakna dari pelayanan Polri yang menempatkan sisi kemanusiaan sebagai bagian penting dalam pelaksanaan tugas.

Kapolres: Polisi Harus Hadir Menjawab Persoalan Masyarakat

Kapolres TTS AKBP Kristiyan B. Martino mengatakan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan dari jajaran Polsek Amanuban Timur sekaligus bagian dari arahan Kapolda NTT untuk memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kami menerima laporan dari Kapolsek Amanuban Timur adanya warga yang mengalami gangguan jiwa dan dipasung. Langsung kami turun ke lokasi. Ternyata kondisinya sudah cukup berat, sehingga memerlukan penanganan medis segera,” ujar AKBP Kristiyan.

Menurutnya, tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan persoalan keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga bagaimana membantu masyarakat ketika menghadapi persoalan yang membutuhkan kehadiran negara.

Dalam konteks tersebut, Polri berupaya membangun pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat, sebagaimana semangat Polri bersama masyarakat yang menjadi bagian dari arah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

Polres TTS Tanggung Kebutuhan Pasien

Kapolres menegaskan, Polres TTS tidak hanya melakukan proses evakuasi, tetapi juga memastikan kebutuhan pasien selama proses mendapatkan perawatan dapat terpenuhi.

Mulai dari administrasi rujukan, pengurusan BPJS, biaya transportasi, konsumsi hingga pendampingan selama proses perawatan, ditanggung oleh Polres TTS.

“Kami akan mendampingi sampai pasien tertangani dengan baik,” tegasnya.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap warga yang mengalami gangguan jiwa.

“Kepada masyarakat, saya imbau: jangan mengucilkan, apalagi memasung saudara kita yang mengalami gangguan jiwa. Mereka juga manusia yang berhak diperlakukan manusiawi dan mendapat perawatan. Mari saling bantu, bukan saling menjauh,” tambahnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa penanganan persoalan kesehatan jiwa membutuhkan kepedulian bersama. Keluarga, masyarakat, pemerintah, tenaga kesehatan dan kepolisian memiliki peran masing-masing untuk memastikan warga mendapatkan pertolongan yang layak.

Sinergi Pemerintah dan Tenaga Kesehatan

Camat Amanuban Timur Kristianto Missa menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan sinergi yang dibangun jajaran Polri bersama pemerintah dan tenaga kesehatan.

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kapolda NTT, Kapolres TTS, dan seluruh jajaran. Kepedulian dan sinergitas ini sangat berarti bagi kami. Semoga kebaikan ini terus berlanjut untuk masyarakat yang membutuhkan lainnya,” ucapnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala UPT Puskesmas Amanuban Timur, Debora A. Tefa.

“Terima kasih atas kerja sama yang luar biasa. Kami siap terus bersinergi dengan kepolisian untuk membantu warga yang membutuhkan pertolongan,” katanya.

Ketika Polisi Hadir, Masyarakat Tidak Sendirian

Proses evakuasi Sefnat berlangsung aman dan lancar.

Lebih dari sekadar sebuah kegiatan pelayanan, langkah tersebut memperlihatkan bahwa keamanan dan kemanusiaan berjalan beriringan.

Di tengah keterbatasan dan persoalan yang dihadapi masyarakat pedesaan, kehadiran aparat negara menjadi penting ketika hadir bukan sekadar sebagai penjaga ketertiban, tetapi juga sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat.

Dari sebuah desa di pedalaman Amanuban Timur, pesan itu kembali ditegaskan:

Polri bersama masyarakat—hadir untuk membantu, melindungi dan memastikan tidak ada warga yang menghadapi persoalannya seorang diri.

Penulis : Polce Lerek