SoE, Podium One.net – Sinergi antara kepolisian dan tokoh agama kembali diperkuat di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Bukan sekadar membangun komunikasi, Kapolres TTS AKBP Kristiyan Beorbel Martino, S.H., S.I.K., M.M., CELM., juga mendorong keterlibatan tokoh agama dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman serta kondusif.

Komitmen tersebut terlihat saat Kapolres TTS bersama jajaran bersilaturahmi dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten TTS, Muhammad G. Arifoedin, S.Pd., M.Pd., di kediamannya, Jalan Diponegoro, Kampung Baru, Kecamatan Kota SoE, Rabu (9/9/2026) pagi.

Pertemuan itu menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan tokoh agama sekaligus menyatukan langkah dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang berpotensi mengganggu Kamtibmas.

Kapolres TTS menyampaikan apresiasi atas sambutan Ketua MUI. Menurutnya, nilai-nilai agama memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai serta mencegah berkembangnya kekerasan dan tindakan kriminal.

“Sebagaimana dalam ajaran keagamaan, tindakan kekerasan atau kriminal yang dilakukan seseorang bukanlah cerminan dari ajaran agama yang dianutnya. Hal ini juga sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam,” ujar Kapolres.

Polisi 110 Diperkenalkan, Respons Langsung Dibuktikan

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres TTS memperkenalkan kembali layanan Polisi 110, sebuah kanal pengaduan yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis selama 24 jam untuk melaporkan gangguan Kamtibmas maupun membutuhkan kehadiran polisi.

Kapolres meminta dukungan Ketua MUI untuk ikut menyosialisasikan layanan tersebut kepada masyarakat melalui kegiatan keagamaan dan ceramah.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat mengetahui keberadaan layanan 110, semakin cepat pula informasi mengenai gangguan Kamtibmas dapat diterima dan ditindaklanjuti kepolisian.

Tidak berhenti pada penjelasan, Kapolres memberikan kesempatan kepada Ketua MUI untuk mencoba langsung layanan Polisi 110. Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat secara nyata bagaimana respons personel ketika menerima laporan masyarakat.

Hasilnya, tidak berselang lama, Regu Pamapta bersama piket fungsi Polres TTS tiba di lokasi untuk merespons laporan tersebut.

Respons cepat itu mendapat apresiasi dari Ketua MUI Kabupaten TTS. Muhammad G. Arifoedin menyampaikan terima kasih atas kesiapsiagaan personel Polres TTS dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Uji langsung tersebut sekaligus menunjukkan bahwa layanan pengaduan bukan hanya sekadar kanal komunikasi, tetapi harus diikuti dengan kecepatan dan kesiapsiagaan personel di lapangan.

Perjudian dan Miras Jadi Perhatian

Selain memperkenalkan layanan 110, Kapolres TTS mengajak Ketua MUI bersama para tokoh agama untuk terus menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada umat.

Salah satu perhatian yang disorot adalah perjudian dan konsumsi minuman keras yang dinilai dapat memicu berbagai persoalan sosial dan gangguan keamanan.

“Kami memohon bantuan Bapak Ketua MUI untuk menyampaikan imbauan kepada umat agar tidak terlibat dalam kegiatan perjudian dan mengonsumsi minuman keras, guna menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif,” lanjutnya.

Kolaborasi dengan tokoh agama dinilai penting karena pesan pencegahan dapat disampaikan langsung kepada masyarakat melalui ruang-ruang keagamaan yang dekat dengan kehidupan warga.

Polisi Dekatkan Pelayanan kepada Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menyampaikan sejumlah program pelayanan Polres TTS, termasuk kemudahan pembayaran pajak kendaraan dan pengurusan STNK melalui Bhabinkamtibmas.

Masyarakat dapat berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing untuk mendapatkan pendataan maupun pendampingan terkait pelayanan tersebut.

Polres TTS juga terus mengembangkan layanan Samsat Keliling sebagai upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten TTS.

Tak hanya pelayanan administrasi, Polres TTS juga tengah mengupayakan penyediaan internet gratis di Polsek jajaran.

Fasilitas tersebut nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya guru dan siswa, untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Ketua MUI Apresiasi Layanan Polres TTS

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten TTS Muhammad G. Arifoedin mengapresiasi kunjungan Kapolres TTS bersama jajaran.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap layanan WhatsApp Kapolres TTS yang dinilai membantu masyarakat dalam menyampaikan laporan terkait perkara pidana kepada pihak yang berwenang.

Dalam pertemuan itu, Ketua MUI turut mengundang Kapolres TTS untuk memberikan materi kepada para siswa dalam kegiatan MPLS.

Materi yang diharapkan antara lain pendidikan karakter dan kepemimpinan, bahaya bullying, serta bahaya narkoba.

Selain itu, Ketua MUI berharap personel Polri yang beragama Islam dapat memanfaatkan Masjid Polres TTS sebagai tempat melaksanakan ibadah salat berjamaah.

Silaturahmi tersebut akhirnya tidak hanya menjadi agenda pertemuan antara kepolisian dan tokoh agama. Lebih jauh, kegiatan itu menjadi bagian dari upaya membangun pola pelayanan yang semakin terbuka, cepat dan dekat dengan masyarakat.

Bagi Polres TTS, keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi. Dibutuhkan keterlibatan tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat agar pesan kedamaian, penolakan terhadap perjudian dan miras, serta kepedulian terhadap lingkungan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

Melalui sinergi tersebut, Polres TTS menegaskan komitmennya untuk membangun Kamtibmas yang tidak hanya mengandalkan tindakan kepolisian, tetapi juga komunikasi, pencegahan dan pelayanan yang hadir ketika masyarakat membutuhkan.

(Polce Lerek)