SoE, Podium One.net — Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) bukan semata-mata tugas kepolisian. Peran aktif masyarakat menjadi kunci untuk mencegah berbagai potensi gangguan keamanan sekaligus menjaga lingkungan tetap aman dan nyaman.
Pesan tersebut disampaikan Kapolres Timor Tengah Selatan (TTS) AKBP Kristiyan B. Martino, S.H., S.I.K., M.M., CELM., saat menyampaikan imbauan Kamtibmas kepada jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Ebehaezer Kapan, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten TTS, Minggu (13/9/2026) pagi.
Di hadapan jemaat, Kapolres mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi penerima pesan-pesan keamanan, tetapi mengambil bagian secara nyata dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman, tertib dan kondusif.
Menurutnya, lingkungan yang aman tidak lahir hanya dari tindakan penegakan hukum, tetapi juga dari kesadaran masyarakat untuk mencegah setiap potensi persoalan sejak dini.
Cegah Karhutla, Jangan Sembarangan Membakar Lahan
Salah satu perhatian utama yang disampaikan Kapolres adalah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kapolres mengingatkan jemaat agar tidak membuka, membersihkan maupun mengolah lahan dengan cara membakar secara sembarangan. Terlebih dalam kondisi tertentu, api dapat dengan cepat merambat dan sulit dikendalikan.
Jika tidak dicegah, kebakaran dapat mengancam permukiman dan lahan warga, merusak ekosistem, mengganggu kualitas udara serta berdampak terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat.
“Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena api dapat dengan mudah meluas dan membahayakan lingkungan maupun masyarakat,” pesan Kapolres.
Imbauan tersebut menjadi penting karena kebakaran yang bermula dari aktivitas pembukaan lahan dapat berkembang menjadi persoalan yang lebih besar apabila tidak segera dikendalikan.
Karena itu, masyarakat diharapkan mengutamakan cara-cara yang aman dan tidak menimbulkan risiko kebakaran saat melakukan aktivitas di lahan.
Masyarakat Jadi Garda Terdepan Kamtibmas
Selain pencegahan Karhutla, Kapolres TTS mengajak jemaat untuk terus membangun kepedulian terhadap kondisi keamanan di lingkungan masing-masing.
Masyarakat diharapkan segera menyampaikan kepada pihak berwenang apabila menemukan aktivitas atau situasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
Pendekatan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya pencegahan sebelum persoalan berkembang menjadi gangguan Kamtibmas yang lebih serius.
Kapolres menekankan bahwa langkah preventif melalui komunikasi, edukasi dan keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan.
Polres TTS pun terus mendorong terbangunnya komunikasi yang dekat dengan masyarakat, termasuk melalui penyampaian pesan Kamtibmas di lingkungan tempat ibadah.
Bagi Kapolres, gereja bukan hanya tempat untuk membangun kehidupan iman, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat kepedulian sosial, persaudaraan dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, Kapolres berharap pesan Kamtibmas tidak berhenti sebagai imbauan, tetapi diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.
Dengan kolaborasi antara kepolisian, tokoh agama dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang aman, tertib, harmonis dan semakin kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Polce Lerek