SoE, PodiumOne.net – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang pengabdian prajurit kepada bangsa dan negara. Di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), momentum tersebut juga diwujudkan melalui kepedulian nyata kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pada Minggu, 4 Oktober 2026, Komandan Kodim (Dandim) 1621/TTS Letkol Czi Ari Setiawan Wibowo, didampingi istri Ny. Nova Ari Setiawan Wibowo bersama keluarga, meninjau langsung kondisi sebuah rumah warga kurang mampu di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.
Rumah tersebut diketahui berada dalam kondisi yang membutuhkan perhatian dan direncanakan untuk mendapatkan rehabilitasi, sehingga dapat kembali menjadi tempat tinggal yang lebih aman, sehat dan layak bagi keluarga yang menempatinya.
Bukan Sekadar Berkunjung, Tetapi Melihat Langsung Kebutuhan Warga
Kunjungan Dandim bersama keluarga bukan sekadar agenda silaturahmi. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi bangunan sekaligus mengetahui kebutuhan keluarga penerima manfaat sebelum proses rehabilitasi dilaksanakan.
Dandim melihat bagian-bagian rumah yang mengalami kerusakan dan berdialog dengan pemilik rumah. Dari peninjauan tersebut, kondisi lapangan menjadi dasar untuk menentukan bagian rumah yang perlu diperbaiki sehingga bantuan yang diberikan nantinya benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Pendekatan seperti ini penting dalam sebuah program sosial. Bantuan bukan hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga memastikan bahwa prosesnya tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima.
HUT TNI Dimaknai dengan Aksi Nyata
Bagi Letkol Czi Ari Setiawan Wibowo, rasa syukur atas perjalanan dan pengabdian TNI akan memiliki makna yang lebih besar apabila diwujudkan melalui tindakan yang memberikan manfaat bagi sesama.
Momentum HUT TNI ke-81 pun tidak ingin berhenti pada kegiatan seremonial. Kepedulian terhadap masyarakat menjadi salah satu bentuk sederhana untuk menerjemahkan semangat pengabdian tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin kebahagiaan HUT TNI tidak berhenti pada seremoni. Jika masih ada saudara-saudara kita yang tinggal di rumah yang belum layak huni, maka sudah sepatutnya kita hadir dan berbuat sesuai kemampuan. Insyaallah, melalui rencana rehabilitasi rumah ini, kami berharap keluarga yang menempatinya dapat hidup lebih nyaman, aman, dan memiliki harapan baru. Pengabdian TNI akan selalu memiliki makna ketika manfaatnya benar-benar dirasakan oleh rakyat,” ujar Dandim.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengabdian seorang prajurit tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga pertahanan dan kedaulatan negara, tetapi juga bagaimana kehadiran TNI dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sosial.
Ketika Kepedulian Tumbuh dari Keluarga
Hal lain yang menarik dari kegiatan tersebut adalah kehadiran Dandim bersama istri dan keluarga.
Kehadiran keluarga dalam kegiatan sosial ini menunjukkan bahwa semangat berbagi tidak selalu harus dimulai dari sebuah program besar. Kepedulian dapat tumbuh dari lingkungan keluarga, kemudian diwujudkan dalam tindakan sederhana yang memberikan dampak bagi orang lain.
Rumah yang akan direhabilitasi bukan sekadar bangunan yang diperbaiki. Di dalamnya terdapat sebuah keluarga yang membutuhkan rasa aman, kenyamanan dan harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Karena itu, rehabilitasi rumah tersebut memiliki nilai sosial yang lebih luas. Perbaikan fisik rumah diharapkan dapat meningkatkan kualitas tempat tinggal sekaligus memberikan rasa nyaman dan bermartabat bagi keluarga penerima manfaat.
TNI Hadir, Rakyat Mendapat Harapan
Rencana rehabilitasi rumah warga di Desa Kesetnana menjadi salah satu gambaran bahwa semangat TNI Manunggal dengan Rakyat dapat diwujudkan melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan kehidupan masyarakat, kehadiran institusi negara yang mau melihat langsung kondisi warga dan kemudian mengambil langkah untuk membantu menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan.
Bagi Kodim 1621/TTS, peringatan HUT TNI ke-81 akhirnya bukan semata tentang kemeriahan sebuah perayaan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menghadirkan manfaat dan menumbuhkan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sebab, ukuran pengabdian tidak selalu terlihat dari besarnya sebuah kegiatan. Terkadang, pengabdian justru terasa paling kuat ketika sebuah keluarga yang sebelumnya tinggal dalam keterbatasan akhirnya mendapatkan kesempatan untuk menempati rumah yang lebih layak.
HUT TNI ke-81 menjadi momentum untuk mengingat kembali bahwa kekuatan TNI tidak hanya berada pada kemampuan menjaga negara, tetapi juga pada kedekatannya dengan rakyat. Ketika prajurit hadir, mendengar dan bergerak membantu, di situlah pengabdian menemukan maknanya.
Polce Lerek