Jangan berharap memetik bunga yang harum,
jika yang kau tanam sejak awal adalah bunga bangkai.

Jangan berharap diperlakukan dengan tulus,
jika yang kau berikan kepada orang lain adalah kepalsuan.

Jangan berharap dihargai,
jika selama ini yang kau lakukan hanyalah merendahkan.

Dan jangan berharap menemukan kedamaian,
jika yang kau tinggalkan di hati orang lain adalah luka.

Sebab hidup mempunyai hukum yang tidak pernah keliru:
apa yang kita tabur, suatu hari akan kita tuai.

Mungkin hari ini engkau merasa menang karena telah menyakiti.
Mungkin hari ini engkau merasa hebat karena berhasil menjatuhkan orang lain.
Mungkin air mata orang lain tidak berarti apa-apa bagimu.

Tetapi ingatlah… Waktu tidak pernah lupa.
Langit tidak pernah salah mencatat.
Dan Tuhan tidak pernah keliru menghitung setiap perbuatan manusia.

Tidak semua karma datang dengan cepat.
Ada yang menunggu bertahun-tahun.
Ada yang datang melalui keadaan.
Ada yang datang melalui orang lain.
Dan terkadang, ia datang melalui kehidupan yang paling tidak pernah kita duga.

Karena itu, sebelum menanam sebuah perbuatan,
pikirkanlah bunga apa yang kelak ingin kau petik.

Jika ingin memetik kasih,tanamlah ketulusan.

Jika ingin menuai penghormatan,tanamlah kebaikan.

Jika ingin mendapatkan kedamaian, jangan menanam kebencian.

Sebab pada akhirnya, kita semua akan berdiri di hadapan hasil dari benih yang pernah kita tanam sendiri.

Dan ketika masa panen itu tiba,tidak ada lagi alasan untuk menyalahkan siapa-siapa.

Hukum tabur-tuai itu nyata.
Apa yang kita tanam hari ini,suatu saat akan kembali kepada kita.

Bagiamana menurut anda? Tulis pendapatmu di kolom komentar.