SoE, Podium One.net — Membangun keamanan tidak selalu harus dimulai dari balik meja atau melalui tindakan penegakan hukum.

Di Kabupaten Timor Tengah Selatan, pendekatan yang lebih humanis terus dikedepankan untuk membangun kedekatan antara polisi dan masyarakat.

Melalui program Minggu Kasih, Kapolres TTS AKBP Kristiyan B. Martino, S.H., S.I.K., M.M., CELM, bersama jajaran perwira dan personel Polres TTS, hadir dan beribadah bersama jemaat Gereja Mawar Saron SoE, Minggu pagi, 16 Agustus 2026.

Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polres TTS bersama anggotanya ini bukan sekadar kunjungan biasa.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa polisi ingin hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung suara warga, serta membangun persaudaraan tanpa sekat.

Dalam suasana ibadah yang penuh keakraban, Kapolres bersama rombongan bahkan turut mengambil bagian dalam pelayanan persembahan pujian di hadapan jemaat.

Sebuah pendekatan sederhana, namun memiliki pesan yang kuat.

Bahwa membangun keamanan bukan hanya tentang menjaga ketika terjadi gangguan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan sebelum persoalan muncul.

Usai ibadah, Kapolres TTS menyampaikan pesan-pesan penting terkait keamanan dan ketertiban masyarakat atau Kamtibmas.

Menurutnya, keamanan di Kabupaten TTS bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian.

Keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat.

Kapolres mengajak warga untuk membangun keterbukaan informasi serta tidak ragu melaporkan berbagai potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

Sebab, informasi dari masyarakat dapat menjadi langkah awal untuk mencegah sebuah persoalan berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

Kewaspadaan, kepedulian, dan keberanian untuk melapor menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Tidak hanya itu, masyarakat juga diajak menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, serta bersama-sama mencegah berbagai bentuk kejahatan dan potensi perpecahan sejak dini.

Pesan tersebut menjadi semakin penting di tengah kehidupan masyarakat TTS yang dibangun dari keberagaman, persaudaraan, serta semangat gotong royong.

Kegiatan Minggu Kasih kemudian ditutup dalam suasana penuh kehangatan.

Kapolres TTS menyapa dan bersalaman dengan jemaat, mendengarkan aspirasi, serta membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.

Dari rumah ibadah, sebuah pesan kedamaian kembali ditegaskan.

Bahwa polisi dan masyarakat bukanlah dua kelompok yang berjalan sendiri-sendiri.

Keduanya harus berjalan berdampingan untuk menjaga keamanan, membangun kepercayaan, dan merawat kedamaian.

Karena ketika hubungan polisi dan rakyat semakin dekat, maka semakin kuat pula fondasi keamanan di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Dari gereja, dari masyarakat, dan dari kepedulian bersama, kedamaian TTS terus dirawat.

Reporter/Editor: Polce Lerek