• Ketua DPD II Partai Golkar TTS Periode 2026–2031 Prioritaskan Konsolidasi Internal, Bidik Kemenangan Berjenjang dari Desa hingga Pilkada.

SoE, Podium One.net – Tepuk tangan para peserta Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) belum lama berhenti bergema. Di Aula Gereja Petra, SoE, kemenangan Egusem Pieter Tahun, ST., MM. sebagai Ketua DPD II Partai Golkar TTS periode 2026–2031 disambut sebagai babak baru perjalanan politik partai berlambang Pohon Beringin di bumi Cendana Selatan.

Namun, bagi pria yang akrab disapa Epy Tahun, kemenangan itu bukanlah panggung untuk menikmati euforia. Ia justru melihatnya sebagai awal dari pekerjaan besar yang harus segera dimulai.

Tidak ada ruang untuk berlama-lama merayakan kemenangan. Tidak ada waktu untuk larut dalam seremoni. Mesin organisasi harus segera dihidupkan kembali, struktur harus diperkuat, dan seluruh kader harus bergerak dalam satu irama.

Dalam wawancara bersama media ini, Sabtu (31/7/2026), Epy membeberkan arah kepemimpinannya. Ia datang bukan sekadar membawa jabatan baru, tetapi membawa sebuah peta jalan yang disusun bertahap—mulai dari pembenahan internal hingga target besar memenangkan kontestasi politik pada berbagai tingkatan.

Bagi Epy, sebuah partai tidak akan mampu memenangkan pertarungan politik apabila fondasi organisasinya rapuh. Karena itu, langkah pertamanya bukan berbicara soal kursi kekuasaan, melainkan membangun rumah besar Partai Golkar dari dalam.

Ia menetapkan tiga agenda prioritas yang harus diselesaikan dalam beberapa bulan ke depan.

Tahap pertama adalah pembenahan struktur kepengurusan DPD II Partai Golkar TTS yang ditargetkan rampung dalam waktu 15 hari. Setelah fondasi organisasi diperkuat, konsolidasi akan bergerak ke tingkat kecamatan melalui pembenahan pengurus kecamatan sepanjang Agustus hingga September 2026.

Perjalanan itu tidak berhenti di sana. Pada November hingga Desember mendatang, seluruh desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan akan menjadi sasaran konsolidasi. Desa-desa dipandang sebagai denyut utama organisasi, tempat suara rakyat dibangun dan kepercayaan politik dirawat.

“Target waktu ini sesuai arahan DPD I dan mengacu pada arahan DPP Partai Golkar Pusat,” tegas Epy.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa konsolidasi yang sedang disiapkan bukan sekadar agenda lokal, tetapi merupakan bagian dari strategi organisasi secara nasional.

Namun, pembenahan internal hanyalah langkah awal.

Sesungguhnya, Epy sedang menyiapkan perjalanan politik yang jauh lebih panjang.

Ia menatap Pemilu dan Pilkada mendatang dengan target yang tidak kecil. Dalam pandangannya, Golkar TTS harus kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan, bukan hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga di tingkat provinsi dan nasional.

Target itu dimulai dengan memenangkan pasangan calon Presiden yang diusung Partai Golkar.

Di tingkat nasional, Golkar TTS juga siap mempertahankan dua kursi DPR RI dari Daerah Pemilihan NTT II.

Sementara di tingkat provinsi, Epy menegaskan komitmennya untuk mengusung dan memenangkan kembali Imanuel Melkiades Laka Lena sebagai Gubernur Nusa Tenggara Timur untuk periode kedua, sekaligus meningkatkan keterwakilan Partai Golkar di DPRD Provinsi NTT dari satu menjadi dua kursi.

Ambisi terbesar justru diarahkan ke halaman rumah sendiri.

Golkar TTS ingin kembali menjadi partai utama dalam percaturan politik daerah dengan memenangkan figur Bupati TTS yang diusung Partai Golkar pada Pilkada 2031 mendatang. Bersamaan dengan itu, partai juga membidik peningkatan jumlah kursi di DPRD Kabupaten TTS.

Target akhirnya bukan sekadar menambah kursi legislatif.

Yang ingin diwujudkan adalah mengembalikan masa ketika Partai Golkar menjadi kekuatan dominan di Timor Tengah Selatan, dengan Bupati dan Ketua DPRD berasal dari partai yang sama.

Itulah gambaran “kejayaan lama” yang ingin dihidupkan kembali melalui konsolidasi yang dimulai hari ini.

“Saya akan membangun konsolidasi dan komitmen yang kuat bersama seluruh pengurus, pengurus kecamatan, kader partai, serta simpatisan untuk mewujudkan seluruh target yang telah ditetapkan Partai Golkar,” ujar Epy dengan penuh optimisme.

Musda XI yang berlangsung Kamis (30/7/2026) turut dihadiri Ketua DPD I Partai Golkar NTT Alain Niti Susanto, Sekretaris Welhemintje S. Libby Sinlaeloe, Bendahara Restu Herdani Baptista Dupe, Staf Ahli Bupati TTS Bidang Kesejahteraan Rakyat Johanis Benu yang mewakili Bupati TTS, unsur Kesbangpol, KPU, Bawaslu TTS, serta pimpinan sejumlah partai politik seperti PKB, Partai Demokrat, dan PAN.

Terpilihnya Epy Tahun secara aklamasi menjadi simbol soliditas internal Partai Golkar TTS. Namun, soliditas di ruang Musda hanyalah awal. Tantangan yang sesungguhnya berada di luar ruang sidang—menyatukan seluruh kader, menjaga semangat organisasi tetap hidup hingga ke desa-desa, dan menerjemahkan konsolidasi menjadi kemenangan politik yang nyata.

Waktu akan menjadi hakim atas seluruh target yang kini telah dicanangkan. Jika konsolidasi berjalan sesuai rencana dan mesin partai bergerak dalam satu komando, maka lima tahun ke depan bisa menjadi momentum kebangkitan Partai Golkar di Timor Tengah Selatan.

Reporter & Editor: Polce Lerek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *