SoE, Podium One.net – Di tengah komitmen pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional, Kabupaten Timor Tengah Selatan kembali mengambil bagian dalam gerakan besar yang menentukan masa depan ketahanan pangan Indonesia. Ratusan penyuluh pertanian bersama para petani turun langsung ke sawah, menanam harapan baru demi meningkatkan produksi padi dan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian terus menggenjot peningkatan luas tambah tanam komoditas padi sawah sebagai strategi meningkatkan indeks pertanaman di berbagai daerah. Kebijakan tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Serentak Nasional yang dilaksanakan secara serempak di seluruh Indonesia.
Di Kabupaten Timor Tengah Selatan, kegiatan tersebut dipusatkan di areal persawahan Kelompok Tani Sinar Pagi, Desa Tupan, Kecamatan Batu Putih, Jumat 31 Juli 2026.
Pantauan Media ini, gerakan tanam serentak melibatkan Tim Kerja Swasembada Pangan Nasional Kabupaten TTS, sebanyak 144 penyuluh pertanian, serta puluhan petani yang bersama-sama menanam padi di lahan persawahan seluas sekitar 50 hektare.
Suasana penuh semangat tampak mewarnai kegiatan tersebut. Para penyuluh dan petani bekerja berdampingan, menunjukkan kolaborasi nyata dalam mendukung program strategis nasional untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di daerah.
Ketua Tim Kerja Swasembada Pangan Nasional Kabupaten Timor Tengah Selatan, Zakaris Toto, menjelaskan bahwa gerakan tanam serentak merupakan agenda nasional yang bertujuan memperluas areal tanam sehingga mampu meningkatkan indeks pertanaman di setiap wilayah.
Menurutnya, indeks pertanaman Kabupaten Timor Tengah Selatan saat ini masih berada pada angka 1,37, atau rata-rata lahan sawah baru ditanami sekitar satu kali dalam setahun. Melalui program gerakan tanam serentak, Kabupaten TTS memperoleh alokasi pengembangan seluas 21 hektare sebagai langkah awal mendorong peningkatan indeks pertanaman menuju IP 2, yakni dari satu kali musim tanam menjadi dua kali musim tanam dalam setahun.
Namun, upaya tersebut masih menghadapi tantangan besar. Zakarias mengungkapkan bahwa kawasan persawahan Kelompok Tani Sinar Pagi hingga kini belum memiliki jaringan irigasi permanen. Saluran irigasi primer, sekunder, maupun tersier masih berupa konstruksi tanah sederhana yang sangat bergantung pada kondisi cuaca dan debit air.
Karena lokasi tersebut telah masuk sebagai calon penerima Program Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2026, pihaknya berkomitmen mengawal proses pengusulan pembangunan jaringan irigasi permanen agar kebutuhan petani dapat dipenuhi dan produktivitas pertanian meningkat secara berkelanjutan.
Keluhan serupa juga disampaikan Ketua Kelompok Tani Sinar Pagi, Agus Fallo. Ia mengatakan, selama puluhan tahun para petani hanya mengandalkan saluran irigasi tradisional, membangun bendungan sederhana secara swadaya, serta menyewa alat dan mesin pertanian untuk mengolah sawah mereka.
Kondisi tersebut dinilai menjadi hambatan utama dalam meningkatkan hasil produksi maupun indeks pertanaman. Karena itu, Agus berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dapat memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur irigasi serta penyediaan alat dan mesin pertanian bagi para petani di Desa Tupan.
Sementara itu, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Batu Putih, Stefen Naisais, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendampingan kepada petani melalui penerapan inovasi teknologi pertanian, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan sistem budidaya yang lebih modern.
Selain itu, seluruh kebutuhan petani, termasuk pembangunan irigasi permanen dan dukungan sarana produksi, akan terus diusulkan kepada pemerintah pusat melalui Program Optimalisasi Lahan agar pengembangan pertanian di wilayah tersebut dapat berjalan lebih maksimal.
Gerakan tanam serentak ini tidak hanya menjadi simbol dimulainya musim tanam baru, tetapi juga mencerminkan sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani dalam membangun ketahanan pangan dari daerah.
Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, inovasi teknologi, dan pendampingan yang berkelanjutan, Kabupaten Timor Tengah Selatan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi, menaikkan indeks pertanaman, sekaligus memperkuat kontribusi daerah terhadap terwujudnya swasembada pangan nasional.
Reporter & Editor : Polce Lerek