SoE, PodiumOne.net – Kepulan asap dan kobaran api tiba-tiba membakar lahan kebun praktik pertanian milik SMK Negeri 1 SoE di Jalan Badak No. 5A, RT/RW 10/04, Kelurahan Karang Sirih, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Selasa (22/9/2026) malam.

Di tengah kondisi kemarau panjang yang melanda wilayah TTS, kebakaran lahan menjadi ancaman serius. Terlebih, lokasi kebakaran berada tidak jauh dari permukiman warga, fasilitas umum dan fasilitas pendidikan.

Situasi itu pun segera mendapat respons cepat.

Informasi kebakaran diterima Piket SPKT Polres TTS sekitar pukul 18.47 WITA melalui Briptu Jemy Loda. Laporan tersebut menyebutkan adanya kobaran api di lahan praktik pertanian SMKN 1 SoE.

Mendapat laporan itu, Kapolres TTS AKBP Kristiyan B. Martino, S.H., S.I.K., M.M., CELM. bersama Perwira Pengawas (Pawas) dan anggota piket Polres TTS langsung bergerak menuju lokasi.

Tidak menunggu api membesar, Kapolres Martino turun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan proses penanganan berlangsung cepat dan terkoordinasi.

Setibanya di lokasi, Kapolres bersama personel Polres TTS segera melakukan koordinasi dengan Danyon Yon TP 929/Meo Matane Mutis guna memperkuat proses pemadaman.

Tak lama berselang, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten TTS bersama personel Yon TP 929/Meo Matane Mutis tiba di lokasi.

Tim gabungan langsung bergerak. Area kebakaran diamankan, sementara personel Damkar, TNI dan Polri bersama-sama melakukan pemadaman terhadap kobaran api.

Api Berhasil Dikendalikan Sebelum Meluas

Gerak cepat tim gabungan membuahkan hasil.

Kobaran api berhasil dipadamkan sebelum sempat meluas ke kawasan di sekitarnya. Kondisi ini menjadi penting mengingat lokasi kebakaran berada berdekatan dengan permukiman warga, fasilitas umum dan lingkungan pendidikan.

Namun, penanganan tidak berhenti setelah kobaran api utama berhasil dipadamkan.

Tim Damkar kembali melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik api yang masih tersisa dan berpotensi kembali memicu kebakaran.

Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi agar api tidak kembali menyala dan menimbulkan kebakaran susulan.

Penyebab Masih Didalami

Sementara itu, berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, api diduga berasal dari aktivitas pembakaran lahan yang dilakukan masyarakat yang sedang menggembalakan sapi.

Meski demikian, informasi tersebut masih merupakan dugaan berdasarkan keterangan awal di lapangan. Penyebab pasti kebakaran tetap memerlukan pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut.

Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan bahwa pada musim kemarau, aktivitas pembakaran lahan sekecil apa pun dapat berubah menjadi ancaman serius ketika kondisi lahan kering dan angin memungkinkan api bergerak cepat.

Kapolres TTS Ingatkan Bahaya Membakar Lahan

Kapolres TTS AKBP Kristiyan B. Martino mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama dalam kondisi kemarau panjang yang meningkatkan risiko api menyebar dan sulit dikendalikan.

Menurutnya, pencegahan kebakaran lahan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam, TNI maupun Polri. Masyarakat memiliki peran penting untuk mencegah munculnya sumber api sejak awal.

“Kewaspadaan serta kepedulian bersama dinilai penting untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan, khususnya di wilayah yang berdekatan dengan permukiman, fasilitas pendidikan, dan fasilitas umum,” pesan Kapolres TTS.

Kebakaran di lahan SMKN 1 SoE menjadi pengingat sederhana namun penting bagi masyarakat TTS: di tengah kemarau, satu titik api dapat menjadi ancaman bagi banyak orang.

Karena itu, kehati-hatian dalam menggunakan api, tidak membakar lahan sembarangan, serta segera melaporkan apabila melihat sumber api merupakan bagian dari upaya bersama menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Polce Lerek