SoE, Podium One.net — Jalan raya kembali menjadi saksi jatuhnya korban jiwa. Sebuah manuver mendahului kendaraan yang diduga dilakukan tanpa memastikan kondisi jalur secara aman berujung petaka di Jalan Timor Raya Kilometer 4, Kelurahan Cendana, Kecamatan Kota SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Sebuah mobil Suzuki APV DH 1695 HG bertabrakan dengan sepeda motor Honda Beat Street DH 2336 TT pada Jumat, 4 September 2026, sekitar pukul 16.20 Wita.

Benturan keras itu merenggut nyawa Yohanes Rivaldo Djoka (25), pengendara sepeda motor. Ia meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara penumpangnya, Johanes Nggeri F. Mari (24), mengalami luka berat dan harus mendapat perawatan medis di RSUD SoE.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pengguna jalan bahwa satu keputusan dalam hitungan detik—terutama ketika mendahului—dapat menentukan antara keselamatan dan maut.

Bermula Saat APV Hendak Mendahului

Kapolres TTS AKBP Kristiyan B. Martino, S.H., S.I.K., M.M., CELM, melalui Kasat Lantas Polres TTS Iptu I Gusti Komang Astina, S.H., saat memberikan penjelasan di Mapolres TTS, Selasa, 8 September 2026, mengatakan kecelakaan tersebut telah dilaporkan secara resmi dengan Nomor Laporan Polisi:

LP/A/107/IX/2026/SPKT.SATLANTAS/POLRES TIMOR TENGAH SELATAN/POLDA NUSA TENGGARA TIMUR.

Berdasarkan hasil olah awal di lokasi, kecelakaan bermula ketika Suzuki APV DH 1695 HG yang dikemudikan Wolfrans R. Bahan (23) bergerak dari arah Kota SoE menuju Kilometer 5 SoE.

Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi APV diduga hendak mendahului kendaraan yang berada di depannya.

Dalam proses tersebut, kendaraan APV diduga mengambil jalur sebelah kanan atau masuk ke jalur kendaraan dari arah berlawanan.

Pada saat yang sama, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda Beat Street DH 2336 TT yang dikendarai Yohanes Rivaldo Djoka (25) dengan membonceng Johanes Nggeri F. Mari (24).

Jarak yang semakin dekat membuat kedua kendaraan tidak lagi memiliki ruang yang cukup untuk menghindar.

Tabrakan pun tak terelakkan.

Benturan keras menyebabkan Yohanes Rivaldo Djoka mengalami luka fatal dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Sementara Johanes Nggeri F. Mari mengalami benturan pada bagian dada, patah pada bahu kiri serta sejumlah luka lecet.

Kedua korban kemudian dievakuasi ke RSUD SoE untuk mendapatkan penanganan medis.

Diduga Kurang Hati-Hati Saat Mendahului

Dari keterangan awal kepolisian, kecelakaan tersebut diduga dipicu oleh kurang hati-hatinya pengemudi mobil saat melakukan manuver mendahului.

Pengemudi diduga mengambil jalur kanan yang pada saat bersamaan merupakan jalur kendaraan dari arah berlawanan.

Namun, kepolisian menegaskan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman oleh penyidik Satlantas Polres TTS.

Artinya, dugaan awal tersebut belum menjadi kesimpulan akhir sebelum seluruh proses penyidikan dan pemeriksaan selesai dilakukan.

Polisi Amankan Barang Bukti

Setelah menerima laporan kecelakaan, personel Satlantas Polres TTS langsung melakukan sejumlah tindakan kepolisian.

Petugas menerima laporan, mencatat identitas korban, mengamankan barang bukti, melengkapi administrasi penyidikan serta melaporkan kejadian kepada pimpinan.

Polisi juga melakukan Visum et Repertum (VER) terhadap korban meninggal dunia maupun korban yang mengalami luka di RSUD SoE.

Perkara kecelakaan tersebut kini ditangani oleh penyidik Satlantas Polres TTS, yakni Brigpol Joni A. Betty dan Brigpol Eston E. Benu.

Mendahului Bukan Sekadar Memindahkan Kendaraan

Kecelakaan ini memberikan pelajaran penting bagi seluruh pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat.

Mendahului kendaraan bukan sekadar berpindah posisi atau mengejar waktu. Pengendara harus memastikan beberapa hal sebelum mengambil jalur berlawanan, antara lain jarak pandang cukup, kondisi jalan aman, tidak ada kendaraan dari arah berlawanan, serta tersedia ruang yang cukup untuk kembali ke jalur semula.

Bagi pengendara sepeda motor, kewaspadaan harus ditingkatkan karena tubuh pengendara tidak memiliki perlindungan seperti pengemudi mobil. Penggunaan helm berstandar, menjaga kecepatan dan tidak memaksakan diri ketika berhadapan dengan kendaraan yang sedang mendahului merupakan bagian penting dari keselamatan.

Sementara bagi pengemudi mobil, manuver mendahului harus dilakukan dengan penuh perhitungan. Jangan mengambil jalur kanan jika kondisi lalu lintas dari arah berlawanan belum benar-benar aman.

Sebab di jalan raya, keputusan yang terlihat kecil dapat membawa konsekuensi yang sangat besar.

Satu detik untuk bersabar mungkin terasa sederhana.

Tetapi satu keputusan untuk memaksakan diri mendahului dapat berujung pada hilangnya nyawa yang tidak pernah bisa dikembalikan.

Kecelakaan di Jalan Timor Raya ini akhirnya meninggalkan satu pesan sederhana namun sangat penting:

Lebih baik terlambat beberapa menit daripada kehilangan nyawa untuk selamanya.

Penulis/Editor: Polce Lerek