• Sertijab Enam Pejabat dan Pelantikan Kabagops
  • Momentum perkuat pelayanan kepada masyarakat

SoE, PodiumOne.net — Pergantian jabatan di lingkungan kepolisian bukan sekadar perpindahan posisi. Di balik setiap jabatan terdapat tanggung jawab, tuntutan keteladanan, serta amanah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pesan tersebut menjadi penekanan utama Kapolres TTS AKBP Kristiyan B. Martino, S.H., S.I.K., M.M., CELM., saat memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) enam pejabat sekaligus pelantikan Kabagops Polres TTS, Senin (28/9/2026) pagi.

Upacara berlangsung di Lapangan Apel Polres TTS dan diikuti para pejabat utama Polres TTS, kapolsek jajaran, personel berbagai satuan fungsi, pejabat yang melaksanakan sertijab dan pelantikan, tokoh agama serta Bhayangkari.

Enam Jabatan Berganti, Kabagops Dilantik

Pergantian sejumlah pejabat tersebut berdasarkan Keputusan Kapolda NTT Nomor KEP/956/IX/2026 tanggal 18 September 2026.

Rotasi ini menjadi bagian dari pembinaan organisasi, penyegaran, pengembangan karier serta upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Polri.

Sejumlah pejabat yang mengalami pergantian posisi yakni:

  • AKP Hadijanto Praden, sebelumnya Kasi Propam Polres TTS, dipercaya mengemban tugas sebagai Ps. Kabagops Polres TTS.
  • IPDA Ketut Susiana, S.H., sebelumnya Ps. Kapolsek Kolbano, mendapat tugas sebagai Kanit Provos Sipropam Polres TTS.
  • IPDA Ferdianto Sare, S.H., sebelumnya Kasikawaltah Subdit Pamtah Ditahti Polda NTT, dipercaya sebagai Ps. Kapolsek Kolbano.
  • IPTU Sunaryono, S.H., sebelumnya Ps. Kasat Samapta Polres TTS, mendapat tugas sebagai Kasikawaltah Subdit Pamtah Ditahti Polda NTT.
  • IPTU Alwin Leonardus Ruku, sebelumnya Ps. Kapolsek Mollo Utara, dipercaya menjabat sebagai Kasat Samapta Polres TTS.
  • IPTU Silvester Lamatokan, S.H., sebelumnya Kapolsek Amanuban Tengah, dipercaya sebagai Ps. Kapolsek Mollo Utara.
  • IPTU Zadok Anderias Carolus Loebaloe, sebelumnya Ps. Kapolsek Amanatun Utara, mendapat tugas sebagai Ps. Kapolsek Amanuban Tengah.
  • IPTU Edwin Ferdinand Lalang, sebelumnya Kasat Tahti Polres TTS, dipercaya sebagai Kapolsek Amanatun Utara.
  • IPDA Ali Muda, sebelumnya Ps. Kapolsek Biboki Utara Polres TTU, dipercaya mengemban tugas sebagai Kasat Tahti Polres TTS.

“Jabatan Bukan Hadiah, tetapi Amanah”

Dalam amanatnya, Kapolres TTS menegaskan bahwa jabatan yang dipercayakan kepada seorang anggota Polri bukanlah sebuah penghargaan pribadi, melainkan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja dan pelayanan.

“Jabatan bukanlah sebuah hadiah, melainkan sebuah amanah. Semakin tinggi tanggung jawab yang diberikan, maka semakin besar pula tuntutan untuk memberikan keteladanan, bekerja secara profesional, dan mempertanggungjawabkan setiap keputusan yang diambil,” tegas Kapolres.

Pesan tersebut menjadi fondasi bagi para pejabat yang baru untuk segera beradaptasi dengan lingkungan tugas masing-masing.

Kapolres meminta pejabat baru segera melakukan konsolidasi internal, mengenali anggota, memahami tugas dan tanggung jawab, mempelajari karakteristik wilayah, serta membangun komunikasi dengan seluruh unsur masyarakat.

Kapolsek Diminta Hadir di Tengah Masyarakat

Perhatian khusus diberikan kepada para Kapolsek yang baru.

Kapolres menegaskan bahwa Kapolsek merupakan salah satu ujung tombak pelayanan kepolisian karena bersentuhan langsung dengan dinamika masyarakat di wilayahnya.

Menurutnya, kehadiran polisi tidak selalu harus diwujudkan melalui tindakan besar.

Masyarakat membutuhkan polisi yang hadir ketika dipanggil, mau mendengarkan ketika masyarakat menyampaikan pengaduan, serta memberikan bantuan ketika warga menghadapi persoalan.

Karena itu, para Kapolsek diminta membangun komunikasi yang kuat dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pemerintah kecamatan dan desa, serta seluruh pemangku kepentingan.

Deteksi Dini Jangan Menunggu Masalah Membesar

Kapolres juga menekankan pentingnya kemampuan jajaran dalam membaca potensi gangguan keamanan sejak dini.

“Jadikan komunikasi sebagai kekuatan utama dalam menciptakan Kamtibmas yang kondusif. Kita harus mampu melakukan deteksi dini terhadap setiap potensi gangguan keamanan. Jangan menunggu masalah menjadi besar baru kita bertindak,” ujarnya.

Pesan tersebut menempatkan komunikasi masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Dengan komunikasi yang aktif, berbagai persoalan di tingkat masyarakat diharapkan dapat diketahui lebih awal dan ditangani melalui langkah yang tepat sebelum berkembang menjadi gangguan Kamtibmas.

Kabagops Diminta Perkuat Perencanaan dan Pengendalian

Kepada Kabagops yang baru, Kapolres mengharapkan optimalisasi fungsi perencanaan dan pengendalian operasional.

Setiap kegiatan kepolisian harus direncanakan dengan matang, dilaksanakan secara profesional dan dievaluasi untuk mengetahui kekurangan maupun keberhasilannya.

Sementara kepada Kasat Samapta dan Kasat Tahti yang baru, Kapolres menekankan pentingnya kesiapsiagaan, pengawasan, disiplin dan peningkatan kualitas pelayanan.

Seluruh pelaksanaan tugas juga harus tetap berpedoman pada aturan serta menjunjung tinggi hak-hak masyarakat.

Satu Kesalahan Jangan Mencoreng Institusi

Kapolres kemudian mengingatkan seluruh personel Polres TTS untuk menjaga integritas, disiplin, ucapan, perilaku dan nama baik institusi.

Ia menegaskan bahwa setiap personel membawa nama besar institusi dalam setiap pelaksanaan tugas maupun ketika berinteraksi dengan masyarakat.

“Jangan sampai satu kesalahan seorang personel kemudian mencoreng pengabdian ribuan personel Polri lainnya,” tegasnya.

Karena itu, setiap anggota dituntut memahami bahwa profesionalisme kepolisian tidak hanya diukur dari keberhasilan menjalankan tugas, tetapi juga dari bagaimana seorang anggota menjaga sikap, etika dan kepercayaan masyarakat.

Bangun Budaya Kerja Saling Mendukung

Kapolres juga mengajak seluruh jajaran membangun budaya kerja yang saling mendukung, bukan saling menyalahkan.

Setiap persoalan harus diselesaikan bersama. Kekurangan harus diperbaiki bersama, sementara keberhasilan dijadikan motivasi untuk meningkatkan kinerja.

Menurutnya, soliditas, loyalitas dan kekompakan merupakan fondasi penting dalam membangun organisasi Polres TTS yang kuat dari dalam sekaligus mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

“Polri harus hadir. Polri harus melayani. Polri harus melindungi. Polri harus mengayomi. Dan Polri harus memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Kapolres.

Momentum Membawa Semangat Baru

Sertijab dan pelantikan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial.

Kapolres berharap momentum itu menjadi titik awal bagi para pejabat baru untuk membawa semangat baru, membangun pola kerja yang lebih efektif, memperkuat komunikasi dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebab, pergantian jabatan pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menduduki sebuah posisi, tetapi tentang seberapa besar amanah tersebut mampu diwujudkan dalam bentuk pelayanan, perlindungan dan pengabdian kepada masyarakat.

Rangkaian upacara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa dan penghormatan kepada inspektur upacara sebelum Kapolres TTS meninggalkan tempat upacara.

Polce Lerek