SoE, Podium One.net – Kehadiran Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 929/MMM di Kabupaten Timor Tengah Selatan mulai menunjukkan kiprahnya dalam mendukung pembangunan kemasyarakatan di Bumi Cendana.

Tidak hanya menjalankan tugas pertahanan dan keamanan, satuan ini kini mulai bergerak menyentuh langsung kebutuhan masyarakat melalui berbagai program pembangunan teritorial. Salah satunya adalah rekonstruksi fasilitas umum berupa perbaikan deker di Kelurahan Karang Siri, Kota SoE, yang saat ini tengah berjalan.

Di saat pembangunan infrastruktur dasar tersebut berlangsung, langkah lain juga mulai digerakkan dari sektor pertanian.

Melalui Kompi Pertanian, Yonif TP 929/MMM mulai membuka sejumlah lahan tidur di kawasan Bu’at untuk dikembangkan menjadi kebun percontohan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan lahan yang selama ini belum produktif agar dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Komandan Yonif Teritorial Pembangunan 929/MMM Kabupaten Timor Tengah Selatan, Mayor Inf Andi Baso, S.Tr.(Han), didampingi Pjs Komandan Kompi (Danki) Letda Inf. Frids Loumal dan Pjs. Komandan Peleton (Danton) Pertanian Serka Ferdinand Nassa, Selasa, 11 Agustus 2026, menjelaskan bahwa sejumlah program pembangunan Yonif TP 929/MMM saat ini mulai diimplementasikan di berbagai sektor.

Pertanian Menjadi Salah Satu Fokus Utama

Di sektor pertanian, program diarahkan pada pengembangan tanaman pangan komoditas jagung, sekaligus tanaman hortikultura berupa sayuran dan buah-buahan.

Menurut Mayor Inf Andi Baso, pemanfaatan lahan tidur merupakan langkah awal untuk membangun sebuah kawasan percontohan pertanian yang nantinya dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus inspirasi bagi masyarakat.

“Untuk saat ini kita manfaatkan lahan tidur yang ada untuk pengembangan dua komoditas tersebut. Lahan yang ada kita jadikan kebun percontohan,” jelas Andi Baso.

Kebun percontohan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga menjadi ruang edukasi. Masyarakat dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat diolah menjadi lahan pertanian yang memberikan manfaat ekonomi.

Prajurit Bersama Petani dan Penyuluh

Menariknya, pelaksanaan program pertanian ini tidak dilakukan secara sendiri-sendiri.

Yonif TP 929/MMM membangun kolaborasi dengan kelompok tani serta Pemerintah Kabupaten TTS, khususnya para penyuluh pertanian dari BPP Kota SoE.

Kolaborasi tersebut dilakukan secara menyeluruh, mulai dari persiapan lahan, pemilihan benih berkualitas, proses penanaman, penggunaan pupuk, pemeliharaan tanaman, hingga panen dan pascapanen.

Pola pendampingan seperti ini menjadi penting karena keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan oleh luas lahan, tetapi juga oleh kualitas benih, teknik budidaya, pemeliharaan, serta kemampuan mengelola hasil produksi setelah panen.

Dengan demikian, kebun percontohan yang dibangun Yonif TP 929/MMM diharapkan dapat menjadi contoh penerapan pertanian yang lebih produktif dan terencana.

Dari Lahan Tidur Menuju Lahan Produktif

Bagi Kabupaten Timor Tengah Selatan, pemanfaatan lahan tidur memiliki arti strategis.

Di tengah tantangan pembangunan ekonomi masyarakat dan kebutuhan peningkatan produksi pangan, lahan yang selama ini belum dimanfaatkan dapat menjadi salah satu sumber kekuatan baru apabila dikelola secara tepat.

Karena itu, kehadiran program pertanian Yonif TP 929/MMM diharapkan tidak berhenti pada kegiatan membuka dan mengolah lahan.

Lebih jauh, program tersebut diharapkan mampu membangun budaya bertani yang produktif, memperkuat kolaborasi antara aparat, pemerintah dan masyarakat, serta membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat melalui sektor pertanian.

Mayor Inf Andi Baso berharap berbagai program pembangunan yang dilaksanakan Yonif TP 929/MMM dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menjadi media edukasi bagi masyarakat.

Harapannya, dari sebuah lahan tidur dapat tumbuh tanaman pangan, dari kebun percontohan dapat lahir pengetahuan baru, dan dari kolaborasi antara prajurit, petani serta pemerintah dapat tumbuh kekuatan ekonomi masyarakat.

Sebab, pembangunan sejatinya bukan hanya tentang membangun infrastruktur.

Pembangunan juga tentang menghidupkan lahan, menggerakkan masyarakat, menciptakan peluang ekonomi, dan memastikan setiap potensi daerah dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan rakyat.

Reporter/Editor: Polce Lerek