SoE, Podium One.net – Upaya Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan untuk memperkuat konektivitas wilayah terus bergerak. Tahun Anggaran 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten TTS kembali melaksanakan rekonstruksi fasilitas publik, kali ini menyasar ruas jalan Fafinisin–Oenali.
Pekerjaan ini menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah menghadirkan infrastruktur jalan yang lebih aman, nyaman dan mampu menunjang mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten TTS, Marthelens CH. Liu, ST, MT, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rudy Nenohay, menjelaskan pekerjaan tersebut saat dikonfirmasi Podium One.net di Kantor Dinas PUPR TTS, Selasa, 11 Agustus 2026.
Rp2,4 Miliar untuk Rekonstruksi Satu Kilometer Jalan
Rudy menjelaskan, paket Rekonstruksi Ruas Jalan Fafinisin–Oenali memiliki panjang penanganan sekitar 1 kilometer.
Pekerjaan menggunakan konstruksi Laston Lapis Aus AC-WC (Asphalt Concrete–Wearing Course), yakni lapisan aspal paling atas yang berfungsi sebagai lapisan permukaan jalan yang bersentuhan langsung dengan kendaraan dan harus mampu memberikan kenyamanan serta ketahanan terhadap beban lalu lintas.
Untuk membiayai pekerjaan tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2.406.171.000, yang bersumber dari Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Tahun Anggaran 2026.
Anggaran tersebut bukan sekadar angka dalam dokumen perencanaan. Di lapangan, dana tersebut diterjemahkan menjadi pekerjaan fisik yang diharapkan mampu memperbaiki kualitas konektivitas sekaligus memperpanjang usia layanan jalan.
Rekonstruksi, Rehab dan Drainase
Pekerjaan tidak hanya berupa rekonstruksi jalan.
Rudy menjelaskan, terdapat penanganan berupa rekonstruksi dan rehabilitasi pada sejumlah titik, mulai dari kawasan kantor gudang Bulog hingga wilayah Oefau.
Rekonstruksi difokuskan di sekitar kawasan gudang Bulog, sementara rehabilitasi dilakukan pada sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan hingga menuju wilayah Oefau.
Namun, pembangunan jalan tidak cukup hanya dengan memperkuat permukaan aspal.
Salah satu persoalan yang kerap menjadi ancaman bagi umur konstruksi jalan adalah air.
Karena itu, paket pekerjaan ini juga dilengkapi dengan bangunan pendukung berupa saluran drainase.
“Untuk paket pekerjaan ini ada yang rekonstruksi dan rehab dari kantor gudang Bulog sampai wilayah Oefau. Rehab dilakukan di sejumlah titik yang mengalami kerusakan sampai wilayah Oefau, sedangkan rekonstruksi di sekitar gudang Bulog. Selain itu ada bangunan pendukung berupa saluran drainase agar aliran air tidak masuk ke badan jalan saat musim hujan,” jelas Rudy.
Keberadaan drainase menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas jalan. Air yang tidak terkendali dapat meresap ke struktur jalan, mempercepat kerusakan dan pada akhirnya mengurangi umur konstruksi.
Dengan demikian, pembangunan jalan melalui paket ini tidak hanya berbicara tentang aspal baru, tetapi juga bagaimana seluruh sistem pendukung jalan dibangun agar lebih mampu menghadapi kondisi lapangan dan cuaca.
Dikerjakan Selama 180 Hari
Paket pekerjaan tersebut dikerjakan oleh CV Nim Karya, dengan pengawasan dari konsultan CV Rifalando Jaya Konsultan.
Pelaksanaan pekerjaan memiliki waktu kontrak selama 180 hari kalender, terhitung sejak 19 Juni 2026.
Hingga 11 Agustus 2026, progres fisik pekerjaan telah mencapai 11,30 persen, dengan deviasi positif sebesar 0,60 persen.
Angka deviasi positif tersebut menunjukkan bahwa realisasi pekerjaan berada sedikit di atas target yang direncanakan pada periode tersebut.
Meski demikian, perjalanan pekerjaan masih panjang.
Pemerintah daerah berharap progres fisik terus meningkat sehingga seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai batas waktu, kualitas dan spesifikasi teknis sebagaimana tertuang dalam dokumen kontrak.
Jalan Baik, Ekonomi Bergerak
Pembangunan infrastruktur jalan memiliki dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar memperlancar perjalanan kendaraan.
Jalan yang baik akan membantu mempercepat mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok, mengurangi hambatan transportasi, sekaligus membuka akses yang lebih baik antara kawasan permukiman, sentra produksi dan pusat pelayanan masyarakat.
Karena itu, rekonstruksi Fafinisin–Oenali diharapkan bukan hanya menghasilkan permukaan jalan yang lebih mulus, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi dan sosial yang dapat dirasakan masyarakat.
Di tengah kebutuhan pembangunan infrastruktur yang masih besar di Kabupaten TTS, setiap kilometer jalan yang diperbaiki menjadi bagian dari mata rantai pembangunan yang lebih besar.
Satu ruas jalan diperbaiki, akses masyarakat diperkuat. Akses diperkuat, pergerakan ekonomi diharapkan ikut tumbuh.
Dan kini, pekerjaan di ruas Fafinisin–Oenali terus berpacu dengan waktu, dengan harapan hasil akhirnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta mampu bertahan menghadapi tantangan lalu lintas dan musim hujan.
Reporter/Editor: Polce Lerek