SoE, PodiumOne.net – Pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) memasuki tahapan penting. Proyek peningkatan ruas jalan Fafinisin–Oenali senilai Rp2.406.171.000 yang dikerjakan CV Nim Karya telah menjalani pemeriksaan untuk serah terima pertama pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO) pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Namun, meskipun pekerjaan fisik utama dilaporkan telah selesai, proses penandatanganan berita acara PHO belum dilakukan. Kontraktor pelaksana masih diminta merapikan bahu jalan dan membenahi sejumlah kekurangan sebelum tahapan serah terima pertama dapat dituntaskan.

Kondisi ini menegaskan bahwa penyelesaian proyek infrastruktur bukan semata-mata diukur dari selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga dari pemenuhan spesifikasi teknis, kelengkapan administrasi, dan hasil pemeriksaan lapangan sesuai ketentuan kontrak.

PUPR TTS Lakukan Pemeriksaan Lapangan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten TTS, Marthelens CH Liu, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Rudy Nenohani, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan langsung di lokasi proyek setelah menerima permohonan PHO dari kontraktor pelaksana.

Penjelasan tersebut disampaikan Rudy saat dikonfirmasi PodiumOne.net di Kantor Dinas PUPR TTS, Selasa (20/10/2026).

Menurut Rudy, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sejumlah pekerjaan utama telah diselesaikan, meliputi pekerjaan mayor berupa galian batu, pengaspalan, dan rabat beton. Pekerjaan bangunan pendukung, termasuk saluran drainase, juga telah dikerjakan sesuai spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen kontrak.

Meski demikian, pemeriksaan belum berakhir pada penilaian bahwa pekerjaan utama telah selesai. Tim teknis masih menemukan bagian bahu jalan yang perlu dirapikan serta beberapa kekurangan yang harus dibenahi oleh kontraktor.

“Kita minta agar kekurangan-kekurangan yang ada diperbaiki dan dibenahi. Setelah itu, baru selanjutnya dilakukan penandatanganan berita acara PHO,” terang Rudy.

Dengan demikian, penyelesaian pekerjaan utama belum otomatis berarti seluruh proses serah terima telah tuntas. Masih ada kewajiban perbaikan yang harus dipenuhi sebelum berita acara ditandatangani.

Pemeriksaan Teknis Tidak Hanya Berdasarkan Laporan

Rudy menegaskan, pemeriksaan PHO dilakukan dengan mencocokkan dokumen administrasi dan laporan pekerjaan dengan kondisi nyata di lapangan.

Dokumen yang diperiksa antara lain data pendukung pekerjaan atau backup data, laporan harian, serta gambar pelaksanaan atau as-built drawing yang diserahkan kepada pihak PUPR. Dokumen tersebut kemudian diperiksa dan dicocokkan dengan hasil pemeriksaan fisik di lokasi proyek.

Langkah ini penting untuk memastikan bahwa pekerjaan yang dilaporkan benar-benar sesuai dengan volume, mutu, dan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan dalam kontrak.

Pemeriksaan juga mencakup ketebalan lapisan aspal, kualitas pekerjaan beton, serta pekerjaan pendukung atau pekerjaan minor lainnya.

Menurut Rudy, pengawasan selama pelaksanaan proyek dilakukan secara berkala dengan melibatkan konsultan pengawas dan petugas dari dinas terkait. Untuk pekerjaan beton, ia menjelaskan bahwa campuran beton sebelumnya telah menjalani pengujian laboratorium dan hasilnya menjadi salah satu acuan teknis dalam pelaksanaan pekerjaan.

“Data administrasi yang dimasukkan kepada kami diperiksa, kemudian kami cocokkan dengan kondisi di lapangan untuk memastikan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis dalam dokumen kontrak,” jelasnya.

PHO Menjadi Bagian Penting Akuntabilitas Proyek

Dalam pelaksanaan proyek pemerintah, PHO atau Provisional Hand Over merupakan tahapan pemeriksaan dan serah terima pertama pekerjaan setelah kontraktor mengajukan permohonan bahwa pekerjaan telah selesai.

Tahapan ini bukan sekadar formalitas administrasi. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan hasil pekerjaan memenuhi persyaratan kontrak sebelum serah terima pertama diselesaikan. Apabila masih ditemukan kekurangan, kontraktor perlu melakukan perbaikan sesuai arahan dan ketentuan yang berlaku.

Karena itu, keputusan PUPR TTS untuk meminta pembenahan bahu jalan dan kekurangan lainnya menjadi bagian dari proses pengendalian mutu pekerjaan. Penandatanganan berita acara baru dapat dilakukan setelah persyaratan yang ditetapkan dalam pemeriksaan dipenuhi.

Bagi masyarakat, tahapan tersebut penting karena kualitas jalan tidak hanya ditentukan oleh permukaan aspal yang terlihat mulus. Bahu jalan, drainase, ketepatan ketebalan lapisan, dan mutu beton turut memengaruhi fungsi serta ketahanan infrastruktur dalam jangka panjang.

Bahu jalan yang tertata dan drainase yang berfungsi baik, misalnya, dapat membantu mengurangi risiko kerusakan akibat air dan mendukung keselamatan pengguna jalan.

Menunggu Perbaikan Sebelum Serah Terima

Dengan nilai kontrak mencapai Rp2,4 miliar, proyek ruas jalan Fafinisin–Oenali diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung mobilitas warga dan kelancaran aktivitas ekonomi setempat.

Kini, perhatian tertuju pada tindak lanjut kontraktor CV Nim Karya untuk menyelesaikan pembenahan yang masih diminta oleh PUPR TTS. Penyelesaian perbaikan tersebut menjadi bagian penting sebelum berita acara PHO ditandatangani.

Prinsip yang perlu dijaga adalah bahwa setiap rupiah anggaran pembangunan harus menghasilkan infrastruktur yang memenuhi standar mutu dan dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai tujuan pembangunannya.

Pekerjaan fisik yang dinyatakan selesai merupakan satu tahapan, sedangkan pemenuhan seluruh persyaratan kontrak menjadi dasar penting menuju serah terima yang akuntabel.

Polce Lerek | PodiumOne.net