SoE, Pocium One.net – Menyambut musim kemarau yang kian memuncak, ancaman kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla kembali mengintai wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan. Sebagai langkah antisipasi, Jumat, 14 Agustus 2026, Polres TTS selaku Satuan Tugas Siaga Bencana menggelar apel kesiapsiagaan penanganan Karhutla bersama Forkopimda dan lintas sektor.

Apel yang dipimpin langsung Kapolres TTS, AKBP KRISTYAN B. MARTINO selaku Komandan Satgas Bencana Kabupaten TTS, berlangsung di halaman heliped Lapangan Hitam Mapolres TTS.

Kesiapsiagaan menjadi kunci menghadapi ancaman bencana di tengah kondisi musim kemarau yang semakin kering. Bukan hanya Karhutla, kesiapan personel dan sarana prasarana juga diarahkan untuk menghadapi berbagai potensi bencana lain, seperti longsor dan banjir.

Kapolres TTS AKBP Kristyan B. Martino menegaskan, apel ini bertujuan memastikan seluruh unsur yang terlibat benar-benar siap, baik dari sisi personel, strategi, maupun peralatan pendukung saat diterjunkan ke lapangan.

Langkah antisipasi meliputi pemantauan wilayah rawan, deteksi dini, penyuluhan kepada masyarakat, penguatan koordinasi lintas sektor, serta memastikan seluruh sarana dan prasarana penanganan bencana dapat berfungsi dengan baik.

Upaya menghadapi Karhutla, menurut Kapolres, tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah membesar. Pencegahan harus dimulai sejak dini, karena satu titik api yang terlambat terdeteksi dapat berkembang menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan dan mengancam lingkungan maupun masyarakat.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati TTS, Yery Nakamnanu, yang mewakili Bupati TTS, mengapresiasi langkah Polres TTS sebagai Kasatgas Siaga Bencana yang melakukan persiapan sejak awal.

Menurutnya, Karhutla bukan semata-mata menjadi tanggung jawab TNI, Polri dan pemerintah daerah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Pemerintah daerah pun terus mendukung langkah antisipatif melalui koordinasi lintas dinas, mulai dari penyampaian informasi, penanganan dampak kerusakan hingga upaya pemulihan lingkungan. Karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran hutan, lahan maupun semak secara sembarangan, terutama di tengah kondisi kemarau yang meningkatkan risiko api cepat menjalar.

Dukungan juga datang dari lembaga legislatif. Ketua DPRD Kabupaten TTS, Mordekai Liu, memastikan DPRD akan terus mendukung pemerintah daerah, TNI dan Polri, terutama dari sisi penganggaran dan penyediaan fasilitas penunjang penanganan bencana. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama dalam menghadapi ancaman bencana, termasuk Karhutla yang berpotensi meningkat selama musim kemarau.

Dalam apel kesiapsiagaan yang berlangsung di Lapangan Mapolres TTS, turut hadir unsur Forkopimda, Ketua DPRD TTS, Staf Ahli Bupati, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas PRKP, unsur Kodim 1621 TTS, Satpol PP, Dinas Perhubungan, personel Polres TTS, Senkom serta sejumlah unsur terkait lainnya. Usai apel, Kapolres TTS bersama Forkopimda langsung memeriksa sejumlah sarana dan prasarana penunjang penanganan bencana yang disiapkan di tenda Satgas Bencana Alam.

 Reporter/Editor : Polce Lerek