- Target 2.049 Hektar | Realisasi 2.047,19 Hektar
SoE, PodiumOne.net — Luas Tambah Tanam (LTT) melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) kini mencapai 2.047,19 hektar dari target 2.049 hektar, menyisakan 1,81 hektar yang harus dikejar.
Capaian tersebut tercatat per 19 September 2026, setelah Tim Kerja Swasembada Pangan Nasional Kabupaten TTS bersama para penyuluh dan petani terus menggenjot gerakan tanam, termasuk melalui Gerakan Tanam (Gertam) Serentak di Desa Loli, Kecamatan Polen.
Dari Sisa 40,81 Hektar hingga Tinggal 1,81 Hektar
Pada Gertam sebelumnya di Desa Linamnutu, realisasi LTT Oplah mencapai 40,81 hektar. Dari target sebesar 2.049. Memasuki September 2026, target tanam di lahan Oplah ditetapkan 30 hektar. Namun, realisasi di lapangan mencapai 39 hektar, atau melampaui target bulanan sebesar 9 hektar.
Percepatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian gerakan tanam yang terus dilakukan untuk mengejar target LTT.
Ketua Tim Kerja Swasembada Pangan Nasional Kabupaten TTS, Zakaris Toto, mengatakan pihaknya bersama seluruh penyuluh terus mendorong petani meningkatkan luas tanam, khususnya komoditas padi sawah.
“Tim kerja swasembada pangan nasional Kabupaten TTS bersama seluruh penyuluh terus mendorong petani untuk meningkatkan luas tambah tanam komoditas padi sawah pada musim tanam 2026,” jelas Zakaris.
Menurutnya, Gertam akhir September dilaksanakan di Areal Sawah Saekoko, Kelompok Wanita Tani Harapan Baru, Desa Loli, Kecamatan Polen, sebagai bagian dari upaya mempercepat pemanfaatan lahan Oplah.
IP 1,48, Air Irigasi Masih Menjadi Tantangan
Selain LTT, pemerintah juga terus mengejar peningkatan Indeks Pertanaman (IP). Saat ini IP Kabupaten TTS berada pada angka 1,48, menuju 1,5 dari target 2.
Namun, peningkatan IP masih menghadapi kendala pada areal persawahan Polo dan Bena. Pada Musim Tanam II, sebagian lahan di wilayah tersebut tidak dapat ditanami karena suplai air dari Bendungan Linamnutu tidak sampai ke areal persawahan Bena.
Padahal, kawasan tersebut merupakan salah satu areal persawahan yang memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan IP Kabupaten TTS. Kondisi itu membuat potensi lahan belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Zakaris berharap persoalan suplai air dapat segera ditanggulangi sehingga fasilitas irigasi yang tersedia bisa dimanfaatkan secara optimal oleh petani.
Menurutnya, ketersediaan air merupakan faktor penting dalam meningkatkan frekuensi tanam. Jika suplai air terjamin, petani memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan luas tanam, indeks pertanaman, produksi, serta produktivitas padi sawah.
Mengejar Target, Menjaga Produktivitas
Capaian LTT yang semakin mendekati target menunjukkan bahwa gerakan tanam di TTS terus bergerak.
Namun, pekerjaan tidak berhenti setelah target luas tanam terpenuhi. Lahan yang telah dioptimalkan perlu dijaga produktivitasnya agar mampu memberikan hasil secara berkelanjutan.
Karena itu, penyelesaian sisa target LTT harus berjalan beriringan dengan peningkatan IP dan penyelesaian persoalan suplai air di kawasan persawahan.
Program Oplah di TTS diharapkan tidak sekadar menghasilkan pencapaian luas tanam, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan produksi dan produktivitas padi sawah serta penguatan ketahanan pangan masyarakat.
Penulis : Polce Lerek