Usai Dilantik Pj Sekda TTS, Denny Bersiap Gerakkan Mesin Birokrasi dan Kejar Penyelesaian Program Daerah
SoE, PodiumOne.net – Ada rasa terkejut, haru, sekaligus tanggung jawab besar yang terpancar dari wajah Denny Nubatonis, S.Sos., M.Si., sesaat setelah resmi dilantik sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kamis (8/10/2026).
Bagi Denny, pelantikan di Aula Mutis Kantor Bupati TTS tersebut bukan sebuah jabatan yang sejak awal ia bayangkan.
Justru sebaliknya. Ia mengaku tidak pernah bermimpi ataupun membayangkan akan dipercaya mengemban tugas sebagai Penjabat Sekda TTS.
Karena itu, ketika kepercayaan tersebut benar-benar diberikan oleh pimpinan daerah, perasaannya bercampur antara rasa syukur dan keterkejutan.
“Ini surprise buat saya. Ini di luar dugaan. Selama ini kan tidak ada mimpi bahwa saya harus jadi Penjabat Sekda TTS. Tidak ada bayangan, tidak ada bayangan sekali,” ungkap Denny saat dimintai tanggapan usai pelantikan di Aula Mutis, Kamis (8/10/2026).
Di balik rasa terkejut itu, Denny menyadari bahwa jabatan yang kini berada di pundaknya bukanlah sekadar kehormatan birokrasi.
Ada pekerjaan besar yang sudah menunggu.
Dari Rasa Terkejut Menuju Tanggung Jawab
Denny menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta kepada Bupati dan Wakil Bupati TTS atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Menurutnya, kepercayaan pimpinan daerah merupakan amanah yang harus dijawab melalui kerja nyata.
“Sebetulnya saya bersyukur kepada kepada Tuhan Yang Maha Esa, Bapak Bupati dan Wakil Bupati. Kepercayaan yang diberikan pimpinan daerah kepada saya untuk mengemban amanah sebagai Penjabat Sekretaris Daerah akan saya laksanakan dengan baik,” ujarnya.
Denny juga meminta dukungan dari seluruh pihak agar dirinya dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab tersebut dengan sebaik-baiknya selama masa penugasan sebagai Penjabat Sekda, sebelum nantinya terdapat Sekda definitif.
Permintaan dukungan itu menjadi penting karena posisi Sekda merupakan salah satu pusat kendali koordinasi dalam birokrasi pemerintahan daerah.
Di tangan Sekda, komunikasi antara kepala daerah dan perangkat daerah harus terjaga. Program harus dikawal. Persoalan lintas-OPD harus dikoordinasikan. Sementara target pemerintahan harus diterjemahkan menjadi pekerjaan yang terukur.
Tiga Bulan Menjelang Akhir Tahun, Banyak Pekerjaan Menanti
Setelah dilantik, Denny tidak berbicara panjang mengenai posisi atau jabatan.
Fokusnya justru langsung tertuju pada pekerjaan yang harus segera diselesaikan.
Ia mengakui, Bupati TTS telah memberikan sejumlah penekanan terkait tugas yang harus segera ditangani.
Sebagai Penjabat Sekda, dirinya akan membantu Bupati dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan sekaligus memastikan koordinasi antarperangkat daerah berjalan efektif.
“Seperti tadi, Bapak Bupati telah menyebutkan bahwa banyak tugas yang harus diselesaikan,” kata Denny.
Menurutnya, waktu yang tersedia tidak panjang. Tahun anggaran 2026 hanya menyisakan sekitar tiga bulan.
Situasi tersebut menuntut seluruh perangkat daerah bergerak lebih cepat, terutama dalam menyelesaikan berbagai program dan kegiatan yang masih berjalan.
“kita tahu, tahun anggaran ini akan selesai. Sehingga tentunya ini banyak tugas,” ujarnya.
Karena itu, Denny memastikan langkah awal yang akan dilakukan adalah membangun komunikasi dengan seluruh perangkat daerah.
Besok Mulai Bergerak, Bangun Komunikasi dengan OPD
Denny tidak ingin waktu yang tersisa terbuang hanya untuk melakukan penyesuaian dengan jabatan baru.
Ia menyatakan akan segera berkomunikasi dengan perangkat daerah untuk memetakan pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu dekat.
“Jadi mungkin mulai besok saya komunikasi dengan perangkat daerah supaya hal-hal yang harus diselesaikan segera,” katanya.
Langkah tersebut menjadi penting untuk mengetahui secara langsung posisi masing-masing program: mana yang sudah berjalan, mana yang belum selesai, apa kendalanya, serta langkah apa yang harus segera dilakukan.
Dalam konteks birokrasi, koordinasi semacam ini menjadi salah satu fungsi penting Sekda. Sekda harus mampu menghubungkan berbagai perangkat daerah agar tidak bekerja sendiri-sendiri.
Sebab, banyak persoalan pemerintahan tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu OPD. Dibutuhkan komunikasi lintas-sektor, sinkronisasi program, serta keputusan yang cepat dan sesuai kewenangan.
APBD 2027 Sudah Menunggu di Depan Mata
Selain mengejar penyelesaian program dan kegiatan tahun anggaran 2026, Denny juga menyebut satu pekerjaan strategis lain yang tidak kalah penting, yakni persiapan pembahasan APBD induk 2027.
“Termasuk dengan persiapan pembahasan anggaran APBD induk 2027 mendatang,” ungkapnya.
Artinya, tugas Denny sebagai Pj Sekda tidak hanya menyelesaikan pekerjaan yang tertinggal pada tahun berjalan.
Pada saat bersamaan, ia harus memastikan proses transisi menuju perencanaan dan penganggaran tahun 2027 berjalan dengan baik.
Di sinilah fungsi koordinasi Sekda menjadi sangat penting.
Perangkat daerah harus mampu menyelaraskan perencanaan program dengan kemampuan fiskal daerah, target pembangunan, kebutuhan pelayanan masyarakat, serta ketentuan pengelolaan keuangan daerah.
Dengan waktu yang berjalan beriringan, Denny menghadapi dua pekerjaan besar sekaligus: menuntaskan pekerjaan 2026 dan menyiapkan fondasi kerja pemerintahan 2027.
Menggerakkan Mesin Birokrasi, Bukan Bekerja Sendiri
Denny menyadari bahwa dirinya tidak mungkin menyelesaikan seluruh persoalan pemerintahan seorang diri.
Kekuatan seorang Sekda justru terletak pada kemampuannya menggerakkan seluruh perangkat daerah dalam satu arah.
Karena itu, komunikasi menjadi langkah awal yang akan ditempuh.
Ia harus mengetahui persoalan masing-masing OPD, memastikan koordinasi berjalan, mempertemukan perangkat daerah ketika terdapat persoalan lintas sektor, serta membantu Bupati memastikan program pemerintahan berjalan sesuai target.
Dengan demikian, peran Pj Sekda bukan mengambil alih seluruh pekerjaan OPD, tetapi memastikan seluruh mesin birokrasi bekerja secara terkoordinasi dan tidak kehilangan arah.
Tugas tersebut sekaligus membutuhkan kemampuan menjaga komunikasi dengan pimpinan daerah, para kepala OPD, ASN, DPRD, serta berbagai unsur terkait lainnya.
Kepercayaan yang Harus Dijawab dengan Kerja
Bagi Denny, pelantikan tersebut pada akhirnya bukan tentang kejutan sebuah jabatan.
Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi titik dimulainya sebuah tanggung jawab baru.
“Kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk menjabat Sekretaris Daerah akan saya laksanakan dengan baik,” tegasnya.
Ia kembali menyampaikan rasa syukur sekaligus meminta dukungan seluruh pihak agar amanah tersebut dapat dijalankan sebaik-baiknya.
“Saya mohon dukungan semua pihak agar tugas dan tanggung jawab ini dapat saya laksanakan sebaik-baiknya sebelum ada pejabat definitif,” pintanya.
Denny Nubatonis kini menghadapi waktu yang tidak panjang.
Di satu sisi, ia harus memastikan mesin birokrasi TTS tetap bergerak dan berbagai pekerjaan tahun anggaran 2026 dapat diselesaikan. Di sisi lain, persiapan APBD 2027 sudah berada di depan mata.
Maka, kalimat “ini surprise, ini di luar dugaan” yang keluar dari mulut Denny sesaat setelah pelantikan, kini harus segera berubah menjadi langkah nyata.
Sebab setelah sumpah jabatan diucapkan dan SK diterima, tantangan sesungguhnya baru dimulai: mengubah kepercayaan menjadi kerja, mengubah koordinasi menjadi hasil, dan memastikan mesin birokrasi Pemerintah Kabupaten TTS tetap bergerak untuk kepentingan masyarakat.
Penulis: Polce Lerek