Ruteng, Podium One.net — Di tengah puing-puing rumah dan rasa cemas yang masih membayangi masyarakat pascagempa bumi Flores, perhatian terhadap para korban terus mengalir. Bukan hanya masyarakat umum, tetapi juga keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia yang turut merasakan dampak bencana.

Di tengah situasi tersebut, Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., bersama Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko, hadir langsung di Ruteng untuk menyerahkan bantuan dari Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dan Ketua Umum Bhayangkari kepada personel Polres Manggarai yang terdampak gempa, Rabu (2/9/2026).

Bantuan ini menjadi bukti bahwa di tengah bencana, tidak boleh ada anggota dan keluarganya yang merasa berjalan sendirian.

20 Rumah Personel Rusak Akibat Gempa

Berdasarkan hasil pendataan, gempa bumi Flores menyebabkan 20 rumah pribadi personel Polres Manggarai mengalami kerusakan.

Dari jumlah tersebut, 16 rumah mengalami rusak berat, dua rumah rusak sedang, dan dua rumah lainnya rusak ringan.

Kerusakan tersebut bukan sekadar persoalan bangunan. Di balik setiap rumah yang rusak, terdapat keluarga yang harus menghadapi ketidakpastian, kehilangan rasa aman, bahkan harus menata kembali kehidupan setelah bencana.

Karena itu, bantuan yang disalurkan pimpinan Polri diharapkan dapat membantu meringankan beban personel dan keluarga dalam memenuhi kebutuhan awal pascabencana.

Solidaritas untuk Personel dan Keluarga

Dalam penyaluran bantuan tersebut, Kapolda NTT didampingi Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H., sejumlah pejabat utama Polda NTT, serta Kapolres Manggarai.

Selain bantuan dari Kapolri, Ketua Umum Bhayangkari juga memberikan bantuan khusus sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap keluarga besar Bhayangkari yang turut terdampak bencana.

Tidak berhenti pada bantuan untuk rumah pribadi, perhatian juga diberikan kepada personel dan keluarga yang tinggal di lingkungan asrama.

Sebanyak 35 kontainer bantuan sosial disiapkan untuk mendukung kebutuhan awal mereka. Bantuan tersebut kemudian diserahkan secara simbolis kepada empat orang perwakilan penerima.

Bukan Sekadar Bantuan Material

Bagi keluarga besar Polri, bantuan tersebut memiliki makna yang lebih dalam.

Bantuan bukan hanya tentang barang atau kebutuhan material, tetapi juga tentang pesan bahwa institusi hadir ketika anggotanya menghadapi masa-masa sulit.

Kapolda NTT menegaskan bahwa keselamatan personel dan keluarga menjadi perhatian utama. Menurutnya, musibah harus dihadapi dengan kekuatan bersama dan semangat solidaritas.

“Kami hadir di sini untuk memastikan keselamatan seluruh personel dan keluarga. Bantuan dari Bapak Kapolri dan Ketua Umum Bhayangkari ini merupakan wujud nyata kepedulian dan solidaritas kepada anggota yang sedang tertimpa musibah. Di tengah cobaan ini, kita harus tetap solid.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa dalam situasi bencana, kekuatan sebuah institusi tidak hanya terlihat dari kemampuan menjalankan tugas, tetapi juga dari kepeduliannya terhadap mereka yang berada di dalamnya.

Solidaritas Adalah Kekuatan untuk Bangkit

Gempa bumi tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik. Bencana juga dapat menghadirkan tekanan psikologis, ketidakpastian dan kekhawatiran terhadap keselamatan keluarga.

Karena itu, dukungan sosial dan kepedulian antarsesama menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.

Kehadiran pimpinan Polri bersama Bhayangkari di tengah personel terdampak menjadi simbol bahwa pemulihan harus dilakukan secara bersama-sama.

Rumah yang rusak dapat dibangun kembali. Fasilitas yang hancur dapat diperbaiki. Namun, semangat dan rasa kebersamaan harus terus dijaga agar setiap keluarga yang terdampak mampu bangkit dan kembali menjalani kehidupan.

Di tengah bencana, solidaritas menjadi kekuatan. Di tengah kehilangan, kepedulian menjadi harapan. Dan di tengah cobaan, keluarga besar Polri menunjukkan bahwa tidak ada anggota yang dibiarkan menghadapi musibah seorang diri.

Sumber: Humas Polres TTS
Editor: Polce Lerek