Kupang, Podium One.net – Di tengah luka dan duka yang belum sepenuhnya reda akibat gempa bumi yang mengguncang Flores, satu kekuatan terus tumbuh di tengah masyarakat: kepedulian dan kebersamaan.

Sejak hari pertama bencana, ketika kepanikan masih menyelimuti warga dan berbagai kebutuhan mendesak harus segera dipenuhi, tangan-tangan kemanusiaan mulai bergerak.

Ada yang datang membawa bantuan. Ada yang turun langsung ke lokasi bencana. Ada tenaga kesehatan yang bekerja tanpa mengenal lelah, aparat yang memastikan keamanan, relawan yang mendistribusikan logistik, hingga masyarakat yang tak henti-hentinya mengirimkan doa.

Di tengah situasi sulit itulah, semangat gotong royong kembali menunjukkan kekuatannya.

Atas seluruh gerakan kemanusiaan tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah hadir membantu masyarakat terdampak gempa Flores.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur Melki Laka Lena di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Senin (31/8/2026).

“Atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan seluruh masyarakat NTT, saya, Emanuel Melkiades Laka Lena, Gubernur Provinsi NTT, menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bergandengan tangan membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi Flores.”

Pemerintah Hadir Sejak Hari Pertama

Penghargaan secara khusus disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, bersama jajaran pemerintah pusat, kementerian dan lembaga negara.

Apresiasi juga diberikan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI, Polri, serta seluruh jajaran pemerintahan yang sejak awal bencana berada di tengah masyarakat.

Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam memastikan proses pencarian dan pertolongan, penanganan korban, distribusi bantuan, pelayanan kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dapat terus berjalan.

Bagi Gubernur Melki, dalam situasi bencana, pemerintah tidak cukup hanya bekerja dari balik meja.

Pemerintah harus hadir di tengah rakyat.

“Terima kasih kepada semua jajaran pemerintahan yang tidak mengenal lelah melayani masyarakat. Di tengah keterbatasan dan situasi bencana, mereka tetap hadir memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dan pelayanan dasar terus berjalan,” kata Melki.

Dari NTT untuk Flores

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten yang terdampak.

Para bupati dan wakil bupati, BPBD, tenaga kesehatan, aparat desa dan kelurahan, hingga seluruh perangkat pemerintahan terus menjalankan tugas dalam kondisi penuh keterbatasan.

Namun gerakan kemanusiaan itu tidak berhenti di wilayah NTT.

Sejumlah pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dari luar NTT turut mengirimkan bantuan, personel, tenaga kesehatan, logistik, serta berbagai bentuk dukungan lainnya bagi masyarakat Flores.

Bantuan tersebut bukan sekadar logistik.

Di balik setiap paket bantuan, terdapat pesan bahwa masyarakat Flores tidak menghadapi bencana seorang diri.

“Kepedulian antardaerah ini menunjukkan bahwa dalam menghadapi bencana, kita adalah satu keluarga besar Indonesia,” ujar Melki.

Ketika Masyarakat Turut Bergerak

Kekuatan penanganan bencana juga lahir dari masyarakat.

Dunia usaha, BUMN, BUMD, partai politik, organisasi kemasyarakatan, organisasi kemanusiaan, lembaga sosial, komunitas, relawan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga insan media ikut mengambil bagian.

Masing-masing bergerak dengan kemampuan yang dimiliki.

Ada yang menyumbangkan dana dan kebutuhan pokok. Ada yang mengirim tenaga. Ada yang memberikan pelayanan kesehatan. Ada pula yang menyebarkan informasi dan mengedukasi masyarakat melalui pemberitaan.

Semua memiliki satu tujuan: membantu masyarakat terdampak agar mampu melewati masa sulit dan bangkit kembali.

Menurut Melki Laka Lena, gerakan kemanusiaan dari berbagai elemen tersebut merupakan kekuatan penting dalam menghadapi bencana yang berdampak luas di Pulau Flores.

Flores Berduka, Tetapi Tidak Sendiri

Gubernur Melki juga memberikan penghargaan kepada seluruh masyarakat NTT, termasuk warga NTT yang berada di luar daerah, para perantau di berbagai penjuru Nusantara hingga mereka yang berada di berbagai belahan dunia.

Doa, bantuan, tenaga, pikiran dan dukungan moral yang terus mengalir menjadi energi bagi masyarakat Flores untuk menghadapi masa sulit.

Dengan tegas, Melki menyampaikan pesan yang menggambarkan kuatnya semangat persaudaraan masyarakat NTT dan Indonesia.

“Flores sedang berduka, tetapi Flores tidak sendiri. NTT tidak sendiri. Indonesia hadir dan bergerak bersama,” tegas Gubernur Melki.

Tanggap Darurat Bukan Akhir Perjuangan

Namun, satu hal penting perlu dipahami: penanganan bencana tidak berakhir ketika masa tanggap darurat selesai.

Justru setelah keadaan darurat berlalu, tantangan besar berikutnya dimulai.

Masyarakat membutuhkan dukungan untuk memulihkan kehidupan. Rumah dan fasilitas umum yang rusak harus dibangun kembali. Aktivitas pendidikan harus dipulihkan. Pelayanan kesehatan harus terus berjalan. Perekonomian masyarakat harus kembali bergerak.

Karena itu, semangat kebersamaan yang telah tumbuh selama masa tanggap darurat harus dipertahankan hingga proses rehabilitasi, rekonstruksi, dan pembangunan kembali kehidupan masyarakat benar-benar tuntas.

Gubernur Melki mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak meninggalkan masyarakat Flores setelah perhatian publik mulai berkurang.

“Mari kita terus bergandengan tangan, bukan hanya dalam masa tanggap darurat, tetapi juga sampai proses pemulihan dan pembangunan kembali kehidupan masyarakat Flores selesai.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa bencana bukan hanya persoalan ketika gempa terjadi, tetapi juga tentang bagaimana sebuah masyarakat mampu bangkit setelahnya.

Flores mungkin sedang menghadapi luka.

Namun dari tengah luka itu, tumbuh kekuatan yang lebih besar: persaudaraan, gotong royong dan kepedulian.

Sebab ketika bencana datang, yang dibutuhkan bukan hanya bantuan untuk bertahan hidup, tetapi juga kebersamaan untuk membangun kembali harapan.

Flores berduka. Tetapi Flores tidak sendiri. Indonesia hadir, bergerak, dan bergandengan tangan hingga masyarakat Flores kembali bangkit. (Tim Redaksi/Podium One.net)