SoE, Podium One.net – Malam semakin larut. Sebagian besar warga telah beristirahat di rumah masing-masing. Namun, di sejumlah sudut Kota SoE, masih terlihat kelompok-kelompok pemuda yang berkumpul hingga tengah malam.
Bagi sebagian anak muda, nongkrong mungkin hanya menjadi cara untuk menghabiskan waktu dan bercengkerama dengan teman. Namun ketika malam semakin larut dan aktivitas tersebut disertai konsumsi minuman keras, situasi yang awalnya tampak biasa dapat berubah menjadi potensi gangguan keamanan.
Keributan bisa bermula dari persoalan kecil. Salah paham.Emosi yang tidak terkendali. Atau bahkan tindakan spontan yang akhirnya merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Karena itulah, Satuan Samapta Polres Timor Tengah Selatan (TTS) terus meningkatkan kegiatan Patroli Presisi sebagai langkah pencegahan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kota SoE.
Bukan untuk mencari-cari kesalahan. Bukan pula untuk menakut-nakuti masyarakat. Namun untuk memastikan malam tetap menjadi waktu yang aman bagi seluruh warga.
Mencegah Sebelum Gangguan Terjadi
Dalam kegiatan patroli malam tersebut, personel Sat Samapta Polres TTS menyambangi sejumlah lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat, terutama kawasan yang dinilai berpotensi terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat atau Kamtibmas.
Dalam patroli itu, petugas mendapati sejumlah pemuda yang masih berkumpul hingga larut malam. Selain itu, ditemukan pula adanya aktivitas konsumsi minuman keras yang berpotensi memicu gangguan Kamtibmas. Namun, petugas tidak serta-merta mengedepankan tindakan represif.
Pendekatan yang digunakan adalah humanis dan persuasif.
Para pemuda diberikan teguran serta imbauan agar menghentikan aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan kemudian membubarkan diri untuk kembali ke rumah masing-masing.
Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dari upaya pencegahan. Sebab menjaga keamanan tidak selalu harus dimulai setelah terjadi peristiwa.Keamanan justru harus dijaga sebelum persoalan muncul. Mencegah lebih baik daripada menangani akibatnya.
Tegas Menjaga Aturan, Humanis dalam Bertindak
Kapolres TTS AKBP Kristiyan B. Martino, S.H., S.I.K., M.M., CELM., melalui Kasat Samapta AKP Sunaryono, S.H., mengatakan patroli malam merupakan bagian dari langkah preventif Polres TTS dalam mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas.
Selain menjaga situasi tetap kondusif, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kehadiran Polri untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Patroli ini merupakan langkah preventif untuk mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas. Kami mengedepankan pendekatan humanis. Apabila ditemukan masyarakat, khususnya anak-anak muda yang masih berkumpul hingga larut malam dan mengonsumsi minuman keras, kami berikan imbauan agar segera membubarkan diri dan tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu keamanan,” ujar AKP Sunaryono.
Menurutnya, tindakan pencegahan menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif. Karena itu, Polri tidak hanya hadir ketika sebuah gangguan telah terjadi.Kehadiran petugas melalui patroli juga dimaksudkan untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini.
Dengan begitu, persoalan yang mungkin muncul dapat dicegah sebelum berkembang menjadi keributan atau bahkan tindak pidana. Anak Muda Diajak Mengisi Malam dengan Hal Positif
AKP Sunaryono juga mengajak para pemuda untuk menggunakan waktu dan energi mereka pada kegiatan-kegiatan yang lebih positif dan bermanfaat. Masa muda adalah masa untuk belajar, berkarya dan membangun masa depan. Energi anak muda seharusnya tidak habis dalam aktivitas yang justru dapat membahayakan diri sendiri.
Apalagi jika pergaulan yang tidak terkontrol, ditambah konsumsi minuman keras, akhirnya menyeret seseorang ke dalam persoalan hukum. Satu malam yang seharusnya menjadi waktu untuk berkumpul bersama teman bisa berubah menjadi awal dari persoalan panjang. Konflik. Keributan. Kecelakaan. Atau tindakan lain yang pada akhirnya meninggalkan penyesalan. Karena itu, imbauan untuk kembali ke rumah bukan semata-mata bentuk larangan. Di balik teguran tersebut, ada pesan kepedulian.
Jangan sampai kesenangan sesaat menghancurkan masa depan yang masih panjang.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Jangan menunggu sampai terjadi gangguan atau tindak pidana. Mari kita cegah bersama dengan menjaga ketertiban dan saling mengingatkan,” tambah AKP Sunaryono.
Keamanan Bukan Hanya Tugas Polisi
Menjaga Kamtibmas tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada aparat Kepolisian. Polisi memang memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Namun lingkungan yang aman membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat. Orang tua memiliki peran dalam mengawasi anak-anaknya.
Tokoh masyarakat dapat menjadi penyejuk di lingkungan. Para pemuda dapat saling mengingatkan. Dan warga tidak boleh membiarkan potensi gangguan berkembang tanpa adanya kepedulian.Sat Samapta Polres TTS juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kepada pihak Kepolisian apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.
Langkah kecil berupa kepedulian dapat mencegah persoalan yang lebih besar.Sebab keamanan bukan hanya tentang hadirnya polisi di jalan. Keamanan dimulai dari lingkungan. Dari keluarga. Dan dari kesadaran setiap orang untuk menjaga dirinya sendiri serta menghormati hak orang lain.
Patroli Presisi, Hadir Sebelum Masalah Terjadi
Kegiatan Patroli Presisi yang dilakukan Sat Samapta Polres TTS menjadi wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kehadiran aparat pada malam hari diharapkan dapat memberikan rasa aman, sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa keamanan harus dijaga bersama-sama.
Bagi para pemuda yang masih nongkrong hingga tengah malam, teguran petugas mungkin terasa sebagai gangguan terhadap waktu berkumpul mereka. Namun jika dilihat lebih jauh, tindakan tersebut sesungguhnya merupakan bagian dari upaya untuk mencegah sesuatu yang tidak diinginkan.
Sebab tugas menjaga keamanan tidak hanya dilakukan setelah keributan terjadi. Yang jauh lebih penting adalah memastikan keributan itu tidak pernah terjadi. Melalui pendekatan yang tegas namun tetap humanis, Sat Samapta Polres TTS berkomitmen menjalankan tugas pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.
Tegas terhadap setiap aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan. Namun tetap mengedepankan cara-cara persuasif dan menghormati masyarakat. Karena pada akhirnya, sebuah kota yang aman bukan hanya lahir dari banyaknya aparat yang berpatroli.
Tetapi dari tumbuhnya kesadaran bersama. Kesadaran bahwa satu tindakan kecil dapat memicu persoalan. Dan satu tindakan pencegahan dapat menyelamatkan banyak orang dari persoalan yang lebih besar.
Patroli terus bergerak. Imbauan terus disampaikan. Dan pesan itu sederhana: jangan menunggu masalah datang. Mari cegah bersama.
Repoter/Editor: Polce Lerek