SoE, Podium One.net – Duka mendalam akibat gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang melanda Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, turut dirasakan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Di tengah penderitaan warga terdampak, solidaritas pun bergerak. Dari Kota SoE, bantuan kemanusiaan dikumpulkan sebagai wujud kepedulian untuk saudara-saudara yang tengah menghadapi masa sulit.
Selasa, 18 Agustus, Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Liu, didampingi Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Kapolres TTS, Dandim 1621 TTS, Ketua Pengadilan Negeri SoE, serta unsur pemerintah dan Forkopimda, melepas keberangkatan kloter pertama bantuan kemanusiaan bagi korban gempa Flores.
Dua truk bermuatan bantuan diberangkatkan menuju Kupang, sebelum selanjutnya didistribusikan ke wilayah terdampak bencana. Bupati Eduard Markus Liu menjelaskan, bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong Pemerintah Daerah, Forkopimda, DPRD, komunitas, serta berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Kepedulian itu diterjemahkan dalam bentuk bantuan kebutuhan dasar, mulai dari bahan pangan, obat-obatan, pakaian layak pakai hingga uang tunai. Bupati menegaskan, gerakan kemanusiaan ini tidak berhenti pada pemberangkatan kloter pertama.
Posko bantuan yang dipusatkan di kawasan Tugu Lilin, Kota SoE, masih dibuka selama sepekan ke depan. Kesempatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan seluruh masyarakat, komunitas dan berbagai elemen di Timor Tengah Selatan untuk kembali menyalurkan bantuan.
Menurut Bupati, bencana yang dialami warga Flores bukan hanya menjadi duka masyarakat di wilayah terdampak.
Lebih dari itu, musibah tersebut menjadi panggilan kemanusiaan bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk saling menguatkan dan membantu sesama.
Bupati pun mengajak masyarakat TTS untuk terus mendoakan kekuatan bagi para korban serta mendukung proses penanganan dan pemulihan agar kehidupan masyarakat terdampak dapat segera bangkit kembali. Solidaritas juga datang dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia, atau PSMTI, Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Sebagai ungkapan empati dan duka mendalam, PSMTI bersama pemerintah daerah turut mengulurkan tangan kasih untuk membantu meringankan beban warga yang kini harus menghadapi kehidupan dalam situasi darurat dan pengungsian.
Berdasarkan data yang dihimpun KLtvnews di Posko Tugu Lilin Kota SoE, bantuan kloter pertama yang berhasil dikumpulkan cukup beragam. Secara keseluruhan, bantuan pangan yang terkumpul mencakup sekitar tiga ton beras pada pengiriman pertama, ditambah seribu sembilan ratus sembilan puluh kilogram beras pada kendaraan kedua.
Selain itu, turut dikirim ratusan dus mi instan, lebih dari seratus liter minyak goreng, ratusan kemasan air mineral, susu anak dan dewasa, popok bayi, perlengkapan kebersihan, serta kebutuhan pendukung lainnya.
Tak hanya bantuan barang, masyarakat dan berbagai elemen di Timor Tengah Selatan juga berhasil mengumpulkan bantuan uang tunai sebesar Rp33 juta 800 ribu.
VO PENUTUP
Bantuan ini mungkin tidak mampu menghapus seluruh luka yang ditinggalkan bencana.
Namun, setiap karung beras, setiap dus makanan, setiap helai pakaian, dan setiap rupiah yang disumbangkan membawa satu pesan yang sama.
Bahwa di tengah bencana, saudara-saudara kita di Flores tidak berjalan sendirian.
Dari Timor Tengah Selatan, kepedulian dikirim. Solidaritas digerakkan. Dan harapan untuk Flores terus dinyalakan.
Reporter/Editor : Polce Lerek