- Anggota DPRD TTS Nuel Bire Turun Tangan
SoE, PodiumOne.net – Suasana dinihari yang biasanya lengang mendadak berubah menjadi kepanikan. Arus transportasi di ruas Jalan Lintas Selatan Timor terhenti setelah sebuah deker penyeberangan di depan Kantor Polsek Kualin, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mengalami kerusakan parah dan menyebabkan badan jalan amblas.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.00 WITA, Kamis (6/8/2026) itu membuat kendaraan-kendaraan berukuran besar, seperti dump truck, tronton maupun kendaraan roda empat lainnya, kesulitan melintas. Lubang menganga di tengah badan jalan menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengendara sekaligus menghambat arus transportasi di salah satu jalur strategis yang menghubungkan Kota Kupang, TTS, Malaka, Belu hingga perbatasan Negara Timor Leste.
Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan setelah sebuah kendaraan tronton dilaporkan mencoba menerobos titik kerusakan. Namun, upaya tersebut justru membuat kendaraan terjebak di dalam lubang yang menganga di badan jalan.
“Kerusakannya terjadi pada jam 2 dinihari. Bahkan ada satu mobil tronton yang memaksa melintas akhirnya terjebak dalam lubang di badan jalan,” ungkap Anggota DPRD TTS Daerah Pemilihan (Dapil) V, Imanuel Bire, kepada media ini, Jumat (7/8/2026).
Bukan Sekadar Lubang, Tapi Ancaman Keselamatan
Kerusakan pada badan jalan tersebut bukan sekadar persoalan terganggunya kelancaran lalu lintas. Deker yang amblas di jalur utama berpotensi menimbulkan kecelakaan, terutama bagi pengendara yang melintas pada malam hari ketika jarak pandang terbatas.
Apalagi, ruas Jalan Lintas Selatan Timor merupakan salah satu jalur penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang antardaerah. Jika kerusakan tidak segera ditangani, dampaknya dapat meluas, mulai dari antrean kendaraan, keterlambatan distribusi logistik, hingga meningkatnya risiko kecelakaan.
Kondisi seperti ini juga menjadi pengingat bahwa kerusakan infrastruktur jalan membutuhkan respons cepat, terutama pada titik-titik yang menjadi jalur utama kendaraan berat dan penghubung antarwilayah.
DPRD TTS Turun Tangan, Datangkan Material dari Kantong Pribadi
Melihat kondisi tersebut, Imanuel Bire yang akrab disapa Nuel Bire tidak hanya menunggu penanganan dari pihak terkait.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengambil inisiatif dengan mengeluarkan biaya pribadi untuk mendatangkan material sirtu (pasir dan batu) guna menutup bagian badan jalan yang amblas.
Bersama warga sekitar, material tersebut kemudian digunakan untuk melakukan penanganan sementara pada titik kerusakan agar kendaraan dapat kembali melintas.
“Bersama warga sekitar kami perbaiki kondisi ruas jalan yang amblas. Dan syukur hari ini mobilitas kendaraan sudah kembali normal,” ujar Nuel Bire.
Penanganan Darurat, Bukan Akhir Persoalan
Meski arus kendaraan telah kembali normal, penanganan menggunakan material sirtu tersebut pada dasarnya merupakan langkah darurat untuk membuka kembali akses transportasi.
Perbaikan sementara tidak serta-merta menghilangkan persoalan utama pada struktur deker dan badan jalan yang mengalami kerusakan. Karena itu, diperlukan penanganan teknis dan permanen dari instansi berwenang agar kerusakan tidak kembali terjadi dan membahayakan pengguna jalan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pelajaran penting bahwa infrastruktur jalan merupakan urat nadi kehidupan masyarakat. Jalan yang rusak pada satu titik dapat memengaruhi mobilitas manusia, distribusi kebutuhan pokok, aktivitas ekonomi hingga konektivitas antarwilayah dan lintas negara.
Terlebih, Jalan Lintas Selatan Timor memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu akses transportasi yang menghubungkan sejumlah kabupaten di Pulau Timor hingga kawasan perbatasan dengan Timor Leste.
Kejadian di Kualin akhirnya tidak hanya menyisakan cerita tentang sebuah deker yang amblas di tengah malam. Lebih jauh, peristiwa tersebut memperlihatkan betapa pentingnya pemeliharaan infrastruktur, respons cepat terhadap kerusakan jalan dan sinergi antara pemerintah serta masyarakat dalam menjaga keselamatan dan kelancaran transportasi.
Untuk sementara, kendaraan telah kembali bergerak. Namun, lubang yang sempat menganga di tengah jalur utama tersebut menjadi pesan keras bahwa setiap kerusakan infrastruktur di jalur strategis tidak boleh dianggap sepele.
Reporter/Editor : Polce Lerek