SoE, Podium One.net – Bagi masyarakat di tengah ancaman musim kemarau, air bersih bukan sekadar kebutuhan, tetapi menyangkut keberlangsungan hidup sehari-hari. Ketika sumber air semakin sulit dijangkau, kehadiran pemerintah dan aparat negara di tengah masyarakat menjadi sangat berarti.

Persoalan tersebut menjadi salah satu keluhan yang mengemuka dalam program Jumat Curhat Polres Timor Tengah Selatan (TTS) di Dusun Nenonaheun, Desa Noinbila, Kecamatan Mollo Selatan, Jumat (28/8/2026) siang.

Kapolres TTS AKBP Kristiyan B. Martino, S.H., S.I.K., M.M., CELM., turun langsung menemui masyarakat bersama jajaran Satuan Binmas dan Polsek Mollo Selatan.

Bukan sekadar seremoni, Jumat Curhat menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk berbicara langsung mengenai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari keamanan dan ketertiban, persoalan sosial, administrasi hingga kebutuhan dasar masyarakat.

Aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh adat dan warga duduk bersama dalam suasana penuh keakraban. Di tempat itulah berbagai persoalan dibicarakan, sekaligus dicari jalan keluar sesuai kewenangan dan ketentuan hukum.

Kapolres Edukasi Warga Manfaatkan Layanan 110

Salah satu pesan penting yang disampaikan Kapolres TTS adalah agar masyarakat tidak ragu meminta bantuan kepolisian ketika menghadapi keadaan darurat.

Kapolres memperkenalkan kembali Call Center Darurat 110, layanan kepolisian yang dapat diakses masyarakat tanpa biaya pulsa.

Layanan tersebut menjadi salah satu instrumen penting untuk memperpendek jarak antara masyarakat dan kepolisian. Dengan sistem layanan yang dapat membantu mengetahui lokasi pemanggil, laporan keadaan darurat diharapkan dapat ditindaklanjuti secara lebih cepat dan tepat.

Pesan ini sekaligus memberikan edukasi bahwa masyarakat tidak harus menunggu persoalan membesar untuk berkomunikasi dengan kepolisian.

Ketika ada ancaman terhadap keselamatan, gangguan Kamtibmas atau keadaan darurat, masyarakat memiliki saluran untuk meminta bantuan.

Dokumen Lengkap, Akses Pelayanan Lebih Mudah

Selain persoalan keamanan, Kapolres juga mengingatkan warga mengenai pentingnya tertib administrasi kependudukan.

Kepemilikan dokumen seperti KTP menjadi bagian penting dalam mengakses berbagai pelayanan publik, termasuk layanan pemerintah dan BPJS.

Menurutnya, administrasi kependudukan jangan dianggap sebagai persoalan sepele. Dokumen identitas merupakan bagian dari kepastian administrasi seseorang ketika berhadapan dengan berbagai layanan negara.

Demikian pula dalam persoalan pertanahan. Warga yang menghadapi sengketa tanah diimbau melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar persoalan dapat diselesaikan berdasarkan data, bukti kepemilikan dan aturan yang berlaku.

Sementara untuk kegiatan yang melibatkan banyak orang, masyarakat juga diingatkan pentingnya mengurus izin keramaian. Langkah tersebut bukan untuk mempersulit masyarakat, melainkan membantu aparat melakukan pemetaan potensi gangguan keamanan sehingga kegiatan dapat berlangsung aman.

Keluhan Warga soal Pipa Air, Polisi Beri Jalan Hukum

Forum Jumat Curhat semakin hidup ketika warga mulai menyampaikan persoalan yang mereka alami.

Salah seorang warga, Teofilus, menyampaikan keluhan mengenai dugaan perusakan fasilitas pipa air yang hingga kini disebut belum mendapatkan penyelesaian atau ganti rugi dari pihak yang diduga sebagai pelaku.

Menanggapi persoalan tersebut, Kapolsek Mollo Selatan memberikan penjelasan mengenai langkah yang dapat ditempuh masyarakat.

Apabila upaya penyelesaian secara kekeluargaan di tingkat desa tidak menemukan titik temu, warga dapat membuat laporan resmi kepada kepolisian agar persoalan tersebut dapat diproses berdasarkan hukum yang berlaku.

Penjelasan ini memberikan edukasi penting bahwa persoalan di tengah masyarakat sebisa mungkin dapat diselesaikan secara damai. Namun ketika upaya tersebut tidak membuahkan hasil, masyarakat tetap memiliki hak untuk menempuh jalur hukum.

Perjudian di Acara Kedukaan Jadi Perhatian

Keluhan lain disampaikan Ibu Dori Aphid Lake mengenai praktik perjudian yang kerap terjadi dalam acara kedukaan.

Kapolres TTS mengapresiasi langkah pemerintah desa yang telah mengambil tindakan melalui penerapan hukum adat dan denda lokal.

Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan sosial agar tetap aman dan tertib.

Namun demikian, upaya menjaga Kamtibmas tidak dapat hanya mengandalkan aparat keamanan. Keluarga, tokoh adat, pemerintah desa dan seluruh masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah munculnya perilaku yang berpotensi mengganggu ketertiban.

Air Bersih: Keluhan yang Menyentuh Kebutuhan Dasar

Dari berbagai persoalan yang disampaikan, masalah air bersih menjadi salah satu isu yang paling dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Di tengah kondisi musim kemarau, keterbatasan sumber air dapat menjadi beban berat bagi warga. Air dibutuhkan untuk minum, memasak, mandi, mencuci dan berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kapolres TTS menyampaikan bahwa Polres TTS sedang mengupayakan pembangunan sumur bor di lingkungan markas Polres TTS.

Jika sumber air tersebut dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan, air nantinya diupayakan untuk membantu masyarakat Desa Noinbila dan wilayah sekitarnya.

Langkah ini menjadi pesan bahwa kepolisian tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan. Dalam batas kewenangannya, Polri juga berupaya mengambil bagian dalam persoalan kemanusiaan yang dirasakan langsung masyarakat.

Sebab keamanan masyarakat tidak hanya berbicara tentang bebas dari kejahatan, tetapi juga tentang hadirnya rasa aman, kepedulian dan kebersamaan ketika masyarakat menghadapi kesulitan.

Orang Tua Diminta Perkuat Pengawasan Anak

Kapolres juga memberikan perhatian khusus terhadap anak-anak dan remaja.

Para orang tua diminta memperkuat pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama untuk mencegah pergaulan bebas, tawuran maupun berbagai bentuk tindak pidana yang dapat muncul akibat lemahnya pengawasan keluarga.

Pesan tersebut menjadi penting karena pencegahan kejahatan tidak selalu dimulai dari kantor polisi. Pencegahan justru dapat dimulai dari rumah, melalui komunikasi antara orang tua dan anak.

Keluarga, sekolah, tokoh masyarakat dan aparat keamanan harus berjalan bersama membangun lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang generasi muda.

Jumat Curhat, Dari Mendengar Menjadi Tindakan

Jumat Curhat di Desa Noinbila akhirnya bukan hanya menjadi forum menyampaikan keluhan.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan persoalan masyarakat dengan solusi, baik melalui pendekatan hukum, administrasi, kearifan lokal maupun langkah konkret sesuai kemampuan dan kewenangan.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 12.05 WITA dalam keadaan aman dan kondusif.

Di akhir kegiatan, Kapolres TTS menegaskan bahwa menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat bukan semata-mata tugas kepolisian.

Kamtibmas merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan Polri, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, keluarga dan seluruh warga.

Karena itu, Jumat Curhat bukan sekadar mendengar curahan hati masyarakat. Program ini menjadi jembatan untuk membangun komunikasi, menemukan persoalan sejak dini dan mencari solusi sebelum sebuah masalah berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Dari Noinbila, pesan itu kembali ditegaskan: ketika masyarakat mau berbicara dan aparat mau mendengar, maka jalan menuju solusi akan selalu terbuka.

Reporter/Editor: Polce Lerek