SoE, Podium One.net – Persaingan untuk menduduki delapan jabatan pimpinan tinggi pratama atau Eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan mulai memasuki tahap krusial.
Sebanyak 36 pejabat awalnya tercatat mendaftarkan diri dalam seleksi terbuka yang digelar Pemerintah Kabupaten TTS. Namun, sebelum seluruh rangkaian seleksi berjalan, satu peserta memutuskan mengundurkan diri. Dengan demikian, kini tersisa 35 pejabat yang harus melewati serangkaian tahapan uji kompetensi untuk memperebutkan delapan kursi jabatan strategis yang hingga kini masih lowong.
Yang menarik, persaingan kali ini tidak hanya diikuti pejabat dari internal Pemkab TTS. Dua peserta datang dari luar daerah, masing-masing dari Kabupaten Ende dan Kabupaten Kupang. Namun, keduanya bukan orang asing bagi Timor Tengah Selatan. Mereka merupakan anak asli TTS yang kini mengabdi di daerah lain dan kembali mengikuti seleksi untuk membuka peluang mengabdi di tanah kelahirannya.
Satu Peserta Mundur, 35 Pejabat Lanjut Bertarung
Seleksi hari pertama dipusatkan di SMP Negeri 1 SoE, Senin, 24 Agustus 2026, dengan melibatkan Tim Asesor dari Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kepala BKPSDMD Kabupaten Timor Tengah Selatan, Dominggus J. O. Banunaek, S.E., kepada Podium One.net menjelaskan, dari 36 pejabat yang sebelumnya terdaftar, satu peserta atas nama Yakobus Aleksander Banoet, S.E. resmi mengundurkan diri.
Pengunduran diri tersebut dilakukan karena yang bersangkutan harus mendampingi istrinya yang sedang sakit dan dirujuk untuk mendapatkan perawatan di Kupang.
“Yang bersangkutan sudah dinyatakan gugur seleksi karena mengundurkan diri. Jadi peserta seleksi saat ini tersisa 35 orang,” jelas Dominggus Banunaek.
Pengunduran diri tersebut menjadi catatan tersendiri dalam proses seleksi. Di tengah persaingan menuju jabatan strategis pemerintahan, tidak semua peserta dapat melanjutkan perjuangannya hingga akhir.
Bagi peserta yang tersisa, tahapan seleksi justru semakin menuntut kesiapan, ketelitian, kompetensi dan kemampuan manajerial.
35 Pejabat Berebut Delapan Jabatan Strategis
Delapan jabatan Eselon II yang dibuka Pemkab TTS merupakan posisi strategis yang akan berpengaruh langsung terhadap jalannya roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Sejumlah jabatan yang menjadi tujuan peserta antara lain Inspektorat, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana atau P2KB, Dinas Peternakan serta Sekretaris DPRD atau Sekwan, termasuk jabatan-jabatan strategis lainnya yang saat ini mengalami kekosongan.
Untuk jabatan Inspektorat, tercatat tujuh pejabat mendaftarkan diri. Sementara jabatan Dinas P2KB diminati delapan peserta.
Sedangkan untuk sejumlah jabatan lainnya, para peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari camat, sekretaris dinas hingga kepala bidang.
Nama-nama seperti Ferdinan Imanuel Timo, Rudolf Eduard Lede Malo, Budhy Satya Nugraha Teopan, Semuel Alfonsus Banamtuan, Yakob Tamu Ama Lay dan Misraim Jonas A. Benu tercatat mengikuti persaingan untuk menduduki jabatan strategis di Dinas PRKP .
Di Dinas Peternakan, sejumlah pejabat juga ikut mendaftarkan diri, antara lain Ina Milla Ate, Yohanis Asbanu, drh. Marthen Johanis K. Banunaek dan John Christofel Astranu.
Sementara untuk jabatan Sekretaris DPRD, tercatat enam peserta yang ikut bersaing, di antaranya Semuel Alfonsus Banamtuan, Boby Jack Berlin Neno, Yohanis Asbanu, Adrian Hendrik Alexander Pentury, Grace Antonetha Fallo dan Agus Banaw Ehad Sukarno Hatta Nenobais.
Dua Anak Asli TTS Datang dari Ende dan Kupang
Dari puluhan peserta yang mengikuti seleksi, terdapat dua nama yang menarik perhatian.
Keduanya saat ini mengabdi di luar Kabupaten Timor Tengah Selatan, namun memiliki akar dan ikatan dengan daerah ini.
Mereka adalah Welem Agustinus Nubatonis, A.P., Auditor Ahli Madya pada Kantor Inspektorat Kabupaten Ende, serta Ina Milla Ate, S.Pt., yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kupang.
Kehadiran dua pejabat tersebut menambah warna dalam proses seleksi terbuka.
Meski selama ini menjalankan tugas dan membangun pengalaman birokrasi di daerah lain, keduanya kini ikut masuk dalam arena persaingan untuk mengisi jabatan pimpinan tinggi pratama di Kabupaten TTS.
Seleksi terbuka ini pun menjadi ruang kompetisi yang mempertemukan pengalaman birokrasi dari luar daerah dengan para pejabat yang selama ini membangun karier di lingkungan Pemkab TTS.
Bukan sekadar soal dari mana seorang peserta berasal, tetapi sejauh mana mereka mampu membuktikan kapasitas, integritas, kemampuan kepemimpinan serta kesiapan untuk membawa organisasi perangkat daerah yang dipimpinnya menjadi lebih baik.
Bukan Sekadar Ujian, kalau tidak teliti bisa terjebak
Pantauan Podium One.net di SMP Negeri 1 SoE, sebanyak 35 pejabat Eselon III mengikuti tahapan seleksi berupa uji kompetensi dan tes psikologi secara online.
Para peserta tampak serius mengikuti setiap tahapan. Bagi sebagian pejabat, soal-soal yang dihadapi bukan sekadar menguji kemampuan akademik.
Ketelitian, konsentrasi dan kemampuan membaca persoalan menjadi faktor penting.
Sejumlah peserta bahkan menggambarkan materi tes dengan ungkapan yang cukup menarik.
“Soal-soalnya gampang-gampang sulit. Bahkan dalam tes psikologi yang dibagi dalam empat tahapan, ada soal yang kalau tidak diteliti secara baik bisa terjebak sendiri,” ungkap sejumlah pejabat usai mengikuti uji kompetensi dan psikotes.
Ungkapan tersebut menggambarkan bahwa untuk menjadi pejabat Eselon II, pengalaman dan jabatan semata belum cukup.
Seorang calon pimpinan perangkat daerah dituntut memiliki kemampuan berpikir sistematis, mengambil keputusan, mengelola organisasi, membangun hubungan kerja serta memahami dinamika sosial masyarakat.
Tahapan Belum Berakhir
Seleksi yang berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026, bukanlah tahap akhir.
Usai menjalani uji kompetensi dan tes psikologi, para peserta masih harus mengikuti tahapan berikutnya, yakni penilaian kompetensi manajerial dan sosial kultural yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 25 Agustus 2026, secara daring melalui Zoom.
Sedikitnya 35 pejabat dijadwalkan mengikuti tahapan tersebut.
Di antaranya Semuel Alfonsus Banamtuan, Abraham Nomleni, Nahad S. E. Baunsele, Johnis Bayrit Tefa, Marthinus Paulus David, Agus Banaw Ehad Sukarno Hatta Nenobais, Ferdinan Imanuel Timo, John Christofel Astranu, Rudolf Eduard Lede Malo dan drh. Marthen Johanis K. Banunaek.
Selain itu, sejumlah nama lain seperti Ina Milla Ate, Welem Agustinus Nubatonis, Yohanis Asbanu, Yakob Tamu Ama Lay, Apris Rudolf Oematan, Joel A. A. Sonbai, Welhelmus Nabunome, Damianus Jermian Sanam, Grace Antonetha Fallo, Boby Jack Berlin Neno hingga Budhy Satya Nugraha Teopan juga dijadwalkan mengikuti tahapan seleksi sesuai agenda yang telah ditetapkan.
Setelah proses assessment, seleksi akan berlanjut pada penulisan dan kajian makalah, penelusuran rekam jejak serta wawancara oleh Tim Panitia Seleksi atau Pansel.
Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa pejabat yang nantinya menduduki jabatan Eselon II benar-benar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Hasil Akhir Menunggu Persetujuan BKN
Setelah seluruh tahapan seleksi rampung, hasilnya akan diproses sesuai mekanisme dan dikirimkan ke Badan Kepegawaian Negara atau BKN untuk memperoleh persetujuan sebelum tahapan pelantikan dilakukan.
Proses ini menunjukkan bahwa pengisian jabatan Eselon II tidak sekadar memindahkan atau menunjuk seorang pejabat ke posisi tertentu.
Melalui mekanisme seleksi terbuka, para kandidat diuji untuk melihat kompetensi teknis, kemampuan manajerial, integritas, rekam jejak hingga kemampuan sosial kultural.
Bagi Kabupaten Timor Tengah Selatan, proses ini menjadi momentum penting.
Delapan jabatan yang selama ini lowong membutuhkan figur-figur yang tidak hanya mampu menjalankan administrasi birokrasi, tetapi juga sanggup menjawab berbagai persoalan pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Kini, dari 36 nama yang semula mendaftar, satu telah memilih mundur karena alasan keluarga.
Sementara itu, 35 pejabat lainnya terus melangkah dalam persaingan. Di antara mereka, dua anak asli TTS datang membawa pengalaman birokrasi dari Ende dan Kabupaten Kupang untuk ikut bertarung memperebutkan kesempatan mengabdi di tanah asalnya.
Siapa yang akhirnya akan lolos dan dipercaya menduduki delapan kursi strategis Eselon II di Kabupaten TTS? Jawabannya akan ditentukan melalui seluruh tahapan seleksi yang kini sedang berlangsung.
Penulis: Polce Lerek
Editor: Polce Lerek
Podium One.net – Satu Podium, Semua Fakta