SoE, PodiumOne.net – Kehadiran Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Jenderal TNI (Purn.) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin, di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Senin (19/10/2026), membawa pesan penting bagi ratusan prajurit muda Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 929/MMM. Bukan sekadar kunjungan kerja, kedatangan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat disiplin, profesionalisme, integritas, dan pengabdian prajurit kepada rakyat.
Menhan tiba di Lapangan Trans Kesetnana, Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten TTS, pukul 07.23 WITA menggunakan helikopter Caracal TNI Angkatan Udara jenis EC-725 bernomor registrasi H-2210.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda kerja Menhan di wilayah Nusa Tenggara Timur, khususnya untuk meninjau dan memberikan pengarahan kepada prajurit Yonif TP 929/MMM yang bermarkas di wilayah TTS sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Timor Tengah Utara.
Dalam kunjungan tersebut, Menhan didampingi Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik Marsekal TNI Yusuf Jauhari, Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letjen TNI Tri Budi Utomo, Pangdam XXVII/Sobe Sonbai Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua, S.E., M.M., serta sejumlah pejabat dan anggota rombongan lainnya.
Disambut di Markas Batalyon, Prajurit Muda Mendapat Penguatan
Empat menit setelah mendarat, tepat pukul 07.27 WITA, Menhan bersama rombongan bergerak menuju Markas Komando Yonif TP 929/MMM. Rombongan tiba di markas sekitar pukul 07.47 WITA dan disambut melalui penghormatan jajar serta laporan dari Komandan Satuan Yonif TP 929/MMM.
Setelah menjalani agenda penerimaan dan paparan satuan, Menhan kemudian bertatap muka langsung dengan para prajurit. Dalam suasana pengarahan yang berlangsung sejak pukul 09.20 WITA, ia menyampaikan apresiasi atas semangat dan kedisiplinan prajurit selama menempati marseling area atau lokasi penampungan sementara.
Sjafrie menegaskan bahwa keberadaan Yonif TP 929/MMM memiliki arti penting bagi Kabupaten TTS karena menjadi batalyon infanteri pertama yang hadir di daerah tersebut.
Ia mengingatkan bahwa kehadiran satuan TNI bukan hanya berkaitan dengan tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara negara, prajurit, dan masyarakat.
“Sebagai Batalyon Infanteri yang pertama kali dalam sejarah di Kabupaten TTS, ini menjadi kepercayaan bagi kalian untuk hadir di tengah-tengah masyarakat,” demikian pesan Menhan dalam arahannya.
Dua Kemampuan Utama: Tempur dan Pembangunan Teritorial
Di hadapan para prajurit muda, Menhan menekankan bahwa setiap anggota Yonif TP 929/MMM harus membangun dua kemampuan utama, yakni kemampuan operasi tempur dan kemampuan teritorial pembangunan.
Dalam bidang operasi tempur, prajurit dituntut terus meningkatkan keterampilan menembak, bela diri, patroli, serta kemampuan menghadapi berbagai ancaman sesuai tugas dan tanggung jawab militer.
Sementara itu, kemampuan teritorial pembangunan diarahkan agar prajurit dapat berkontribusi dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah penugasan.
Menurut arahan Menhan, unsur-unsur pendukung seperti kompi kesehatan, zeni, dan unsur lainnya harus menjadi bagian dari kemampuan satuan untuk memberikan dukungan sesuai tugas, kompetensi, dan kebutuhan di lapangan.
Pesan tersebut menegaskan bahwa konsep Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan membutuhkan prajurit yang tidak hanya tangguh dalam menjalankan tugas pertahanan, tetapi juga mampu membangun komunikasi, bekerja sama, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menhan juga menyampaikan bahwa para prajurit untuk sementara masih menempati kawasan hutan atau lokasi penampungan sementara. Ke depan, mereka akan disiapkan untuk menempati pangkalan baru.
Karena itu, para prajurit diminta memanfaatkan masa penugasan untuk meningkatkan kemampuan, menjaga kesiapan satuan, dan membuktikan bahwa kehadiran mereka memberikan manfaat bagi negara dan masyarakat.
Narkoba dan Judi Online Jadi Peringatan Keras
Di balik pesan motivasi, Sjafrie juga memberikan peringatan tegas agar para prajurit muda tidak melakukan pelanggaran sekecil apa pun.
Ia secara khusus menyoroti dua hal yang dapat merusak masa depan prajurit, yakni penyalahgunaan narkoba dan praktik judi online.
Peringatan tersebut menjadi pengingat bahwa profesionalisme seorang prajurit tidak hanya diukur dari kemampuan menjalankan tugas militer, tetapi juga dari integritas, pengendalian diri, dan kepatuhan terhadap aturan.
Menhan turut mengingatkan pentingnya mengelola penghasilan secara bijaksana melalui kebiasaan menabung. Menurutnya, pengelolaan keuangan yang baik dapat membantu prajurit mempersiapkan masa depan, mendukung keluarga, dan menjaga kestabilan kehidupan setelah menjalankan tugas kedinasan.
Pesan ini memiliki nilai edukatif bagi para prajurit muda: kedisiplinan harus diterapkan bukan hanya ketika mengenakan seragam dan menjalankan tugas, melainkan juga dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menggunakan teknologi digital dan mengelola keuangan pribadi.
Jangan Terpecah karena Suku dan Agama
Menhan juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan, menghormati pimpinan, serta membangun solidaritas di dalam satuan.
Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada pengelompokan berdasarkan agama, suku, maupun latar belakang lainnya yang berpotensi memecah persatuan prajurit.
Bagi Sjafrie, prajurit TNI harus berdiri sebagai satu kesatuan yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan kelompok.
Ia juga meminta seluruh anggota Yonif TP 929/MMM untuk terus hadir bersama masyarakat, membantu sesuai kemampuan dan tugasnya, serta membangun hubungan yang harmonis dengan pemerintah daerah dan warga setempat.
“Karena kalian adalah tentara pejuang untuk membela rakyat, tentara rakyat dan kita semua adalah anak rakyat,” demikian inti pesan Menhan kepada para prajurit.
Pesan tersebut menegaskan bahwa hubungan TNI dan rakyat merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga persatuan nasional. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui sikap yang disiplin, rendah hati, bertanggung jawab, dan menghormati kehidupan sosial warga.
Pengabdian Harus Terlihat dalam Tindakan Nyata
Kunjungan Menhan ke Yonif TP 929/MMM sekaligus menjadi pengingat bahwa kepercayaan negara kepada prajurit harus dijawab dengan kinerja, tanggung jawab, dan pengabdian yang nyata.
Prajurit diharapkan memegang teguh Sumpah Prajurit, Sapta Marga, dan Delapan Wajib TNI sebagai pedoman dalam menjalankan tugas, baik di lingkungan satuan maupun ketika berinteraksi dengan masyarakat.
Bagi masyarakat TTS, keberadaan Yonif TP 929/MMM menjadi kesempatan untuk memperkuat kemitraan dengan institusi pertahanan negara. Namun, kemitraan tersebut harus dibangun melalui kerja sama yang sehat, penghormatan terhadap masyarakat, serta pelaksanaan tugas yang profesional sesuai ketentuan.
Dengan demikian, keberhasilan sebuah satuan tidak hanya tercermin dari kesiapan tempur, tetapi juga dari kedisiplinan anggotanya, kekompakan internal, dan kualitas hubungan yang dibangun bersama masyarakat.
Pengarahan Menhan berakhir sekitar pukul 09.50 WITA dan dilanjutkan dengan penandatanganan pesan dan kesan. Pada pukul 10.05 WITA, Sjafrie bersama rombongan bergerak menuju helipad dan lepas landas menuju Kupang sekitar pukul 10.10 WITA.
Berdasarkan keterangan Pendim 1621/TTS, seluruh rangkaian kunjungan Menhan di wilayah Kabupaten TTS berlangsung aman dan lancar, tanpa ditemukan kejadian menonjol.
Kunjungan tersebut meninggalkan pesan utama yang perlu menjadi perhatian seluruh prajurit: kuat dalam pertahanan, disiplin dalam kehidupan, bersatu dalam keberagaman, dan selalu hadir untuk rakyat.
Sumber: Pendim 1621/TTS
Editor: Polce Lerek
PodiumOne.net